Pelaku Hoax Golongan Kaum Munafik

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 26 Maret 2018 - 13:41:50 WIB   |  dibaca: 86 kali
Pelaku Hoax Golongan Kaum Munafik

SERANG - Sejumlah ulama di wilayah Banten melakukan deklarasi anti hoax, penganiayaan pemuka agama, LGBT, narkoba, miras, pornografi dan pornoaksi untuk menciptakan situasi yang kondusif. Deklarasi ya?ng dilaksanakan di alun-alun Kota Serang itu, Minggu (25/3) pagi itu, dihadiri oleh sejumlah pejabat sipil, TNI dan Polri, ulama serta ormas keagamaan.

 

Tokoh yang hadir diantaranya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, Gubernur Banten Wahidin Halim, Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Czi Budi Hariswanto, serta Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Kiai Matin Jawahir dan sejumlah perwakilan lintas agama.

 

Ketua Umum MUI KH Maruf Amin mengatakan, deklarasi anti hoax besama ulama dan tokoh lintas agama di Banten itu merupakan sebagai bentuk dari kerukunan umat beragama yang harus tetap dijaga dan dipertahankan guna keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Penyebar hoax masuk kedalam kalangan munafikin. Silahkan berkompetisi asal jangan menggunakan cara-cara yang tidak benar seperti bohong fitnah adu domba maupun hal-hal yang dapat membuat kegaduhan," katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan deklarasi anti hoax, kemarin.

Untuk menyikapi persoalan hoax itu, Ma'ruf Amin mengungkapkan MUI telah mengeluarkan fatwa hukum dan pedoman bermuamalah melalui medsos. Ada beberapa poin yang diharamkan untuk dilakukan di medsos, salah satunya penyebaran permusuhan.

"Kami juga meminta agar upaya pemberantasan dan perlawanan terhadap hoax dilakukan di berbagai daerah (bukan hanya di Banten). Jangan gunakan medsos untuk berbohong, walaupun maksusnya dakwah yang baik. Karena berbohong itu diharamkan oleh agama," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Banten AM Romly membacakan 5 poin deklarasi anti hoax. Adapun isi deklarasi anti hoax tersebut yaitu, mendukung tindakan keras pemerintah kepada pelaku penyebar berita bohong (hoax), ujaran kebencian, hujat menghujat dan adu domba, karena menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan bertentangan dengan ajaran agama. Mendukung tindakan tegas penanganan tindak kejahatan, penaniayaan dan penghinana terhadap ulama.

Mendesak pemerintah melakukan tindakan tegas perbuatan maksiat serta mendorong pemerintah mengeluarkan Pergub, Perda tentang Anti Maksiat. Pemuka agama dan pemerintah hendaknya memberikan pencerahan dan tuntutan agar pelaku penyebar hoax, penganiaya ulama dan pelaku pornografi, pornoaksi serta memberikan rehabilitasi medis dan sosial kepada para pelaku dan korban LGBT, pengalahgunaan narkoba dan miras.

Pemuka agama dan pemerintah harus memberikan bimbingan agama kepada masyarakat demi menjaga keutuhan NKRI, khususnya generasi muda agar tidak terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan ajaran agama dan dasar negara Pancasila. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook