Pembantai Pelajar Bogor Ditangkap

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 26 Maret 2018 - 14:08:24 WIB   |  dibaca: 447 kali
Pembantai Pelajar Bogor Ditangkap

MASIH BURU PELAKU LAIN : Kapolres Serang KOta AKBP Komarudin menyampaikan keterangan soal penangkapan pelaku penyerangan pelajar asal Bogor di Mapolres Serang, Minggu (25/3).

SERANG - Satuan Reskrim Polres Serang Kota berhasil mengungkap kasus penyerangan rombongan pelajar dari SMK Yayasan Kejuruan Teknologi Baru (YKTB) 3 Bogor yang menyebabkan Rizkiadi Kusuma (16) tewas, Sabtu (17/3) lalu.

Total ada sembilan pelaku yang diamankan pada Jumat (23/3), dan Sabtu (24/3). Mereka adalah AJ alias Jebing, AG, AR alias Jalu, RH alias Toyam, BD, RH, SE, FR, dan ZR. Selain kesembilan orang itu, polisi masih melakukan pengejaran terhadap 18 orang lainnya yang diduga terlibat dalam pengeroyokan yang menyebabkan kematian.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, awal pengungkapan kasus pengeroyokan itu terungkap dari alat bukti yang disita dari sekitar lokasi kejadian, berupa celurit, samurai dan gir motor. Polisi kemudian menelusuri pembuat celurit dan alat-alat terbuat. Ditemukanlah AC, seorang pelajar SMP dari Bumi Ciruas Permai, Kabupaten Serang yang membuat celurit modifikasi berbentuk panjang tersebut. Dari AC terungkaplah satu nama yakni AJ. Polisi kemudian memburu AJ yang diketahui berada di Jakarta. Adapun AC diserahkan kasusnya ke Polres Serang Kabupaten.

"Setelah enam hari pasca kejadian, kita amankan 1 orang tersangka berinisial AJ alias Jebing di Jakarta pada hari Jumat (23/3). Dari keterangan AJ kita kembali mengamankan AG, AR alias Jalu dan RH aliyas Toyam," kata Komarudin kepada Banten Raya, kemarin.

 

Menurut Kapolres, keterangan keempat tersangka, seluruh pelaku penyerangan adalah satu geng bernama All Best  55. Kelompok itu beranggotakan pelajar dan alumni dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Serang berjumlah 55 orang

"Di hari kedua atau Minggu (25/3) kita kembali mengamankan 2 orang pelaku berinisial BD dan RH. Di hari yang sama 3 pelaku lainnya SE, FR dan RZ diserahkan orangtuanya ke Polres Serang. Dari ke 9 orang yang diamankan baru 6 orang yang sudah ditetapkan tersangka yaitu AJ alias Jebing, AG, AR alias Jalu, RH alias Toyam, BD, dan RH," ujarnya.

SE yang diserahkan oleh orangtuanya diduga adalah pimpinan geng All Best 55 yang disebut sebagai panglima perang. Komarudin menjelaskan, kelompok All Best 55 itu bukan hanya sekali melakukan penyerangan atau tawuran. Dari keterangan para pelaku, diketahui mereka sudah sering melakukan hal yang serupa. Bahkan anggota kelompok itu juga ada yang menjadi target kepolisian dalam kasus penganiayaan, pencurian sepeda motor, dan penjambretan.

"Bukan sekali dari keterangan SE, dia sudah sering tawuran. Bahkan dia juga tersangka penganiayaan menggunakan sajam. Sedangkan tersangka Jebing terindikasi melakukan curanmor di dua TKP dan jambret 4 TKP," jelasnya.

Dalam setiap aksinya, Komarudin menjelaskan pelaku menggunakan senjata tajam jenis celurit buatan rumahan. Bahan yang digunakan sejenis baja ringan yang dibentuk menggunakan alat gurinda atau alat pemotong besi.

"Barang bukti sajam dijadikan alat, kita masih melakukan pencarian barang bukti. Dari keterangan pelaku, ada barang buki yang di buang ke sungai barang bukti berupa celurit dan samurai. Motifnya hanya penyerangan secara spontan saja," jelasnya.

Komarudin menegaskan para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korbannya meninggal akan disanksi dengan pasal 170 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia dengan ancaman pidana 13 tahun penjara.

"Untuk pelaku lainnya yang belum kita amankan kita harapkan dapat segera menyerahkan diri ke Polres Serang Kota. Apabila setelah dua hari ini tidak juga menyerahkan diri maka kita akan tetapkan sebagi DPO," tegasnya.

Sementara itu, AJ mengaku yang pertama kali memberitahukan kelompok All Best 55 bahwa ada rombongan siswa SMA yang bisa menjadi sasaran empuk penyerangan. Ia kemudian merekam siswa SMK YKTB 3 Bogor yang sedang berjalan di sekitar Palima, Kota Serang dan mengunggahnya di grup whatsapp. "Saya merekam menggunakan HP saat mereka menumpang truk arah ke Serang. Terus saya kirim videonya ke grup, kata teman-teman pantek (pukul, keroyok, hingga bacok) aja," katanya.

Tersangka SH dan BD mengakui jika mereka yang membacok korbannya hingga meninggal dunia, alat yang digunakan yaitu celurit. Keduanya membacok korbannya di area pangkal paha sebelah kiri dan bagian punggung. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook