April, Jaman Resmikan 2 Pasar Tradisional

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 26 Maret 2018 - 14:25:07 WIB   |  dibaca: 410 kali
April, Jaman Resmikan 2 Pasar Tradisional

SEGERA DIOPERASIKAN : Suasana toko di Pasar Kasemen, Minggu (25/3). Rencananya pasar ini akan diresmikan Walikota Serang Tb Haerul Jaman pada awal April.

SERANG- Dua pasar tradisional yang baru dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Serang rencananya akan mulai dioperasikan pada awal April mendatang.Kedua pasar tersebut adalah pasar Walantaka di daerah Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Walantaka; dan pasar Kasemen di daerah Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen. Rencananya kedua pasar tradisional tersebut akan diresmikan oleh Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman.

"Mudah-mudahan tidak ada perubahan rencana, dan Pak Walikota bisa hadir meresmikan," ujar Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Serang Djoni Manahan, Minggu (25/3).

Jhoni mengungkapkan bahwa Pemkot Serang menargetkan berdirinya satu pasar tradisional di tiap kecamatan.Dengan adanya 6 kecamatan di Kota Serang maka ditargetkan akan ada 6 pasar tradisional. Sampai saat ini telah ada lima pasar tradisional yang dibangun, termasuk pasar Walantaka dan pasar Kasemen yang belum lama ini dibangun."Jadi hanya pasar di Kecamatan Curug yang belum ada, karena kita belum punya lahannya," ujar Jhoni.

 

Jhoni mengungkapkan bahwa pasar Walantaka yang memiliki luas 3.200 meter persegi itu saat ini baru memiliki 20 kios dengan luas 3x3 meter persegi, dan 40 los dengan luas 2x1 meter persegi.

Untuk sementara hanya akan ada 60 pedagang yang berjualan di sana. Padahal, jumlah pedagang yang mengajukan diri dan ingin berjualan mencapai 80 pedagang."Warga sekitar sangat antusias dengan adanya pasar baru ini, sehingga ke depan mereka tidak perlu ke pasar Ciruas hanya untuk membeli sesuatu.

 Karena selama ini warga Walantaka harus ke pasar Ciruas kalau mau belanja yang jaraknya 17 kilo meter," ucapnya.Untuk Pasar Kasemen di Margaluyu saat ini baru memiliki 40 kios dan 60 los. Pedagang yang sudah didata mencapai 193 pedagang. Pedagang yang akan menempati Pasar Kasemen adalah para pedagang yang sebelumnya berjualan di pasar Karangantu.

 

Sebab pasar yang berada di samping sungai Karangantu itu kumuh dan lokasinya akan dibuat menjadi ruang terbuka hijau oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. "Pedagang yang mengajukan berjualan mencapai 200-an. Tapi kita prioritaskan yang pedagang Karangantu," ujarnya.

Agar tidak timbul kecemburuan maka pedagang dari Karangantu yang sebelumnya menempati kios akan menempati kios. Sementara pedagang yang menempati los akan ditempatkan di los.

Terkait sarana transportasi umum yang belum menjamah daerah itu, ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang untuk menciptakan rekayasa lalu lintas agar ada angkutan umum yang melewati daerah tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Serang Akhmad Benbela mengungkapkan bahwa Walikota Serang Tb Haerul Jaman meminta ia membangun satu pasar tradisional di tiap kecamatan.

Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah dan dekat dalam melakukan transaksi jual beli. Selain itu agar aktivitas jual beli tidak terpusat di satu pasar, sehingga menyebabkan kemacetan. “Selama ini kan orang banyak yang masih terpusat di Pasar Rau,” ujarnya.

Dengan adanya pasar tradisional di tiap kecamatan diharapkan dapat menekan pengeluaran masyarakat saat akan belanja dan dapat menampung hasil bumi yang ada di tiap-tiap kecamatan. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook