Jalan Protokol Ditanami Pisang

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 26 Maret 2018 - 14:57:08 WIB   |  dibaca: 285 kali
Jalan Protokol Ditanami Pisang

SERING MENYEBABKAN KECELAKAAN : Pengendara melintas di jalur protokol, tepatnya Jalan Jenderal Ahmad Yani yang berlubang dan ditanami pohon pisang akibat sering menimbulkan kecelakaan, Sabtu (24/3).

CILEGON – Warga Rukun Tangga (RT) 02/01, Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang berinisiatif menanam pohon pisang di jalur protokol atau jalan Jendral Ahmad Yani Kota Cilegon. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penanda bagi pengendara, baik roda dua maupun roda empat agar tidak melintas jalan yang rusak dan berlubang. Sebab, jalan berlubang berdiameter 1/2 meter dengan kedalaman hampir 40 centimeter (CM) itu sangat berbahaya dan kerap menimbulkan kecelakaan tunggal.

"Baru beberapa hari yang lalu ibu-ibu melintas dan jatuh. Untungnya tidak sampai terlindas kendaraan lain. Makanya, kami tanami pisang sebagai penanda bagi warga yang melintas untuk berhati-hati. Hal ini adalah inisiatif dari para pemuda yang mungkin kesal melihat pembangunan yang tidak maksimal atau berkualitas rendah yang dilakukan oleh pemerintah," kata Ketua RT 02/01, Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, Karim kepada Banten Raya, Sabtu (24/3).


Karim menjelaskan, ditanaminya pohon pisang di jalur protokotl tersebut juga sebagai sebuah bentuk protes warga atas lambatnya kerja dari pemerintah untuk melakukan perbaikan. Padahal, jalar tersebut adalah jalur protokol yang setiap harinya banyak kendaraan melintas.


 "Sudah banyak korban. Kami mohon pemerintah bisa merespon dengan cepat. Jangan menunggu korban terlebih dahulu lalu diperbaiki. Ini jalan adalah jalan yang setiap hariya pasti dilintasi oleh kendaraan. Kasihan jika terlalu lama dibiarkan terutama warga yang berkendara menggunakan motor (Kendaraan roda dua -red) pasti kalau menyalip masuk kelubang dan jatuh," jelasnya.   


Karim mengungkapkan, jalur protokol merupakan jalur utama dan wajah dari Kota Cilegon. Jika protokol sebagai jalur utama seperti tida terurus bagaimana dengan jalur kampung lainnya. "Kelihatannya tidak elok. Masa Kota Cilegon katanya kota kaya dan maju jalur utamanya berlubang dan lubangnya cukup besar. Meskipun yang kami ketahui bukan kewenangannya untuk memperbaiki. Namun, ini cerminan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tidak perduli," ungkapnya.


Sementara itu, Pemilik warung dilokasi sekitar jalan rusak, Een menerangkan, pada pukul 22.00 WIB warga bersama dengan Ketua RT 0201, Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit menanami lubang tersebut dengan pisang. Selain penanda agar tidak dilintasi, hal tersebut dikarenakan kekesalan warga terhadap kebisingan kendaaan besar yang melintas dan mengeluarkan bunyi jika rodanya masuk dalam lubang.

 "Jam (Pukul-red) 22.00 WIB itu mobil besar pasti melintas dan ketika melintasi lubang pasti mengeluarkan bunyi yang sangat keras. Hal ini juga yang membuat warga kesal. Sebab, setiap kali kendaraan dump truck melintasi lubang tersebut pasti berisik, sehingga warga akhirnya menanami lubang dengan pohon pisang agar tuck tidak melintas lubang ini," terangnya.


Een menjelaskan, apa yang dilakukan oleh warga adalah sebuah kewajaran. Sebab, jalan tersebut sudah sering terjadi kecelakaan dan beberapak kali bahkan menelan korban."Wajar saja lah diberi tanda. Hampir setiap pekannya terjadi kecelakaan kami yang melihatnya saja kasihan jika ada warga yang jatuh," jelasnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook