Disdukcapil Kumpulkan Bidan Desa

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 27 Maret 2018 - 11:25:44 WIB   |  dibaca: 286 kali
Disdukcapil Kumpulkan Bidan Desa

TINGKATKAN CAKUPAN : Puluhan Bidan Desa mengikuti kegiatan bimbingan teknis pencatatan sipil, Kota Serang, Senin (26/3).

SERANG – Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang mengumpulkan bidan desa untuk memperkuat kerja sama terkait dengan peningkatan cakupan akta kelahiran (AK). Bidan desa sebagai petugas kesehatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di desa-desa memiliki peran penting untuk meningkatkan cakupan AK di Kabupaten Serang yang saat ini baru mencapai 57 persen.


Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Serang Witarsono menjelaskan, kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang sudah lama dilakukan terkait pembuatan AK. “Pertama kita bersilaturahmi dengan bidan desa, kemudian kita ingin bekerja sama terkait dengan pemenuhan hak anak-anak untuk memiliki akta kelahiran (AK),” kata Witarsono, di Resto D'wiza, Kota Serang, Senin (26/3).


Ia berharap, dengan kerja sama yang terus dibangun bidan desa lebih proaktif lagi untuk melaporkan setiap ibu yang melahirnya sehingga anak-anaknya langsung bisa dibuatkan AK. “Mudah-mudahan dengan dikumpulkannya ini, kerja sama disdukcapil dengan dinkes selaku induk instansinya, kemudian puskesmas sebagai operasionalnya dan bidan desa adalah personil dari itu lebih meningkatkan cakupan pembuatan AK,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, meski cakupan pembuatan AK di Kabupaten Serang menurut penilaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mencapai target, namun perlu upaya peningkatan lagi. “Tadi (kemarin-red-) Pak Kadis (Asep Saepudin-red) menyatakan baru 57 persen, walaupun secara laporan Kemendagri sudah mengakui Disdukcapil Kabupaten Serang sudah 85 persen sudah mencapai target,” tuturnya.


Lebih lanjut Witarsono menjelaskan, peningkatan cakupan AK merupakan bagian dari indikator kinerja utama (UKU) disdukcapil yang harus terus diupayakan peningkatannya. “AK yang sudah mencapai 57 persen itu kelahiran 0 sampai 18 tahun. Kebetulan di DPA (daftar penggunaan anggaran)  tahun ini ada kegiatan untuk memberikan pemahaman kepada bidan desa terkait kerja sama ini,” katanya.


Selain itu, pihaknya juga mendorong kepada bidan desa agar segera melaporkan ke disdukcapil jika menemukan ibu hamil yang tidak memiliki dokumen kependudukan, baik itu katu keluarga (KK), KTPel atau yang lainnya. “Kita pingin semua ibu hamil di Kabupaten Serang sudah punya dokumen kependudukan. Untuk yang memiliki akta nikah sudah 90 persen, kemudian yang lainnya ada yang nikah siri atau nikah secara agama,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook