Jelang Pemilihan, Tokoh Agama Diajak Jaga Kondisi Wilayah

nurul roudhoh   |   Politik  |   Selasa, 27 Maret 2018 - 11:36:09 WIB   |  dibaca: 231 kali
Jelang Pemilihan, Tokoh Agama Diajak Jaga Kondisi Wilayah

PAPARAN : Suasana acara Koordinasi dan Konsolidasi Antar Umat Beragama Guna Menjaga Kerukunan Serta Kondusifitas Kota Tangsel, di Aula Kantor Kemenag Tangsel, Serpong, Senin (26/3).

KOTA TANGSEL - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangsel mengajak tokoh agama untuk ikut menjaga kondusifitas dalam berlangsungnya tahun politik 2019.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangsel Azhar Syamun dalam kegiatan Koordinasi dan Konsolidasi Antar Umat Beragama Guna Menjaga Kerukunan Serta Kondusifitas Kota Tangsel, di Aula Kantor Kemenag Tangsel, Serpong, Senin (26/3).


"Ini merupakan agenda rutin Kesbangpol untuk bisa bertemu di berbagai macam kesempatan. Kenapa ini kami lakukan karena Kesbangpol diberikan tanggung jawab untuk terus membina kerukunan antara umat beragama," kata Azhar.


Kota Tangsel yang begitu dinamis, lanjutnya, tentu perlu situasi dan kondisinya disikapi. Apalagi, tahun ini memasuki kondisi politik, dimana pada tahun 2019 akan menghadapi pemilu.
"Kita sedang memasuki proses demokrasi Pemilu 2019.

Tahun politik dan tahapan-tahapannya sudah dimulai dari tahun ini. Kepentingan pada kesempatan yang baik ini adalah Kesbangpol mengundang pemuka agama, yaitu untuk menyempaikan pesan bahwa proses demokrasi yang ada di Kota Tangsel tokoh-tokoh pemuka agama harus ikut berpartisipasi terutama membuat situasi dan kondisi tenang," jelasnya.


Karena, kata Azhar, didalam proses politik akan ada kubu-kubu kecil yang saling mendukung pilihannya, baik calon presiden, calon kepala daerah maupun calon anggota dewan. Kelompok-kelompok itu pasti akan terjadi dan masyarakat akan membela siapa yang jadi pilihannya.  


"Situasi perbedaan pendapat pilihan ini menjadi tanggung jawab semua untuk kemudian diingatkan dari sekarang bahwa itu adalah bagian dari proses. Biasanya permasalahan pemilu itu munculnya adalah pra dan pasca pemilu," bebernya.


Salah satu elemen terpenting yang ada di masyarakat adalah tokoh agama. Karena pendekatan mereka jauh lebih religius. Misalnya, untuk muslim pada saat pengajian atau khotbah Jumat, untuk Nasrani pada saat kumpul dengan jemaat di gereja, begitu pun Hindu dan Budha.


"Setiap kesempatan diingatkan oleh mereka. Kami ingin menggugah mereka untuk ikut menenangkan situasi kondisi yang ada di Tangsel. Kami meminta agar orasi atau khotbah yang menyejukan jangan yang membakar dan menyalahkan kelompok lain," terangnya.  (*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook