Pengaktifan RSUD Setelah Pelantikan Pegawai

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 27 Maret 2018 - 11:41:02 WIB   |  dibaca: 228 kali
Pengaktifan RSUD Setelah Pelantikan Pegawai

MENINJAU RSUD : Kepala Dinkes Kota Serang Toyalis meninjau gedung RSUD Kota Serang di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (26/3).

SERANG- Persiapan pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang sampai saat ini sudah mencapai 90 persen. Pengaktifan RSUD Kota Serang ini hanya tinggal menunggu pelantikan pejabat dan pegawai RSUD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Toyalis saat melihat bangunan RSUD Kota Serang mengatakan bahwa persiapan pengoperasian RSUD sudah mencapai 90 persen. Pembangunan lain yang belum hanya tinggal unit gawat darurat (UGD) dan instalasi pengolahan air limbah atau ipal. Bahkan gedung laundri dan dapur pun sudah selesai dilakukan. Sementara peralatan dapur akan dibeli pada tahun 2018 ini. Namun untuk pengoperasian RSUD ia mengatakan hal itu akan dilakukan setelah pelantikan.“Kalau sudah dilantik pejabatnya baru peresmian dan mulai pelayanan,” kata Toyalis, Senin (27/3).

Toyalis menyatakan bahwa pejabat dan tenaga harian lepas bisa saja langsung bekerja di rumah sakit sambil dilakukan pembenahan berbagai fasilitas dan pelayanan. Karena itu, menurutnya, yang harus dilakukan segera adalah melantik pejabat dan pegawai RSUD. Sampai saat ini ia mengaku belum mengetahui kapan pelantikan akan dilakukan.“Targetnya setelah walikota melantik pejabatnya kita langsung operasi,” ujarnya.

Toyalis mengungkapkan bahwa sejak awal pembangunan RSUD Kota Serang memang dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal pengoperasioan bisa saja RSUD tipe C ini hanya melayani penyakit non bedah atau non operasi. Sementara fasiliatas lain dibangun sambil pelayanan berjalan.

Selain karena belum adanya pelantikan pejabat dan pegawai RSUD pengoperasian rumah sakit ini juga menunggu bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten. Dinas Kesehatan Kota Serang mengajukan anggaran sebesar Rp 20 miliar ke Pemerintah Provinsi Banten, termasuk untuk pembangunan ipal dan sarana lain.“Kalau bantuanya sudah ada mudah-mudahan bisa segera beroperasi,” ujarnya.

Tekait ipal yang belum ada Toyalis mengatakan bahwa meski ipal merupakan fasilitas yang vital namun bisa saja dibuat semacam pembuangan air yang akan menampung ipal untuk sementara waktu. Dari tempat itulah limbah disedot lalu kemudian diolah.“Kalau persediaan obat kita sudah ada,” ujarnya.

Sampai saat ini tenaga medis yang ada sudah memenuhi. Ia mencontohkan RSUD Kota Serang telah memiliki dokter spesialis bedah, penyakit dalam, gigi, kebidanan, dan anak. Bahkan peralatan giginya pun sudah ada. Sementara tenaga harian lepas yang ada saat ini mencapai 100 orang. “Untuk biaya operasionalnya kami perkirakan mencapai Rp 20 miliar per tahun, itu untuk gaji, belanja, dan lainnya,” tuturnya.

Toyalis mengungkapkan bahwa untuk rumah sakit dengan tipe C RSUD Kota Serang hanya kurang fasilitas UGD, ipal, dan ruang operasi. Ruang rawat inap sampai saat ini sudah ada 60 ruangan dan hanya kekurangan sekitar 40 ruangan.“Kita usulkan Rp 60 miliar di APBD tahun 2019 untuk memenuhi kekurangan anggaran tahun ini,” ujarnya.

Kepala Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Serang Yoyo Wicahyono mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan kapan pejabat RSUD Kota Serang akan dilantik. Semua merupakan hak preogratif Walikota Serang Tb Haerul Jaman. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook