Pengeroyokan Pelajar Bogor Terorganisir

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 27 Maret 2018 - 11:44:07 WIB   |  dibaca: 289 kali
Pengeroyokan Pelajar Bogor Terorganisir

GENG ALL BASE LIMA5 : Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin menjelaskan peran anggota geng All Base Lima5 saat melakukan pengeroyokan pelajar asal Bogor.

SERANG- Pengeroyokan terhadap 47 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Kejuruan Teknologi Baru (YKTB) 3 Bogor yang dilakukan Geng All Base lima5 pada Sabtu (17/3) lalu sangat terorganisir dengan baik. Geng yang beranggotakan pelajar dan alumni salah satu SMK di Kota Serang itu sudah mempersiapkan eksekutor, pemantau, hingga pengamanan arus lalu lintas di tempat kejadian perkara (TKP).


Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengungkapkan, dari hasil penyelidikan yang diperoleh dari 9 pelaku yaitu AJ alias Jebing, AG, AR alias Jalu, RH alias Toyam, BD, RH, SE, FR, dan ZR, diketahui bahwa Geng All Base lima5 sudah mempersiapkan penyerangan itu secara matang.

"Pelaku penyerangan ini memiliki peran yang berbeda beda, ada yang menjadi pemantau (mengikuti korban), ada juga yang berperan menjadi joki (pembawa motor). Ada yang mengamankan lokasi atau arena penyerangan, dan eksekutor (pembacok korban)," kata Kapolres AKBP Komarudin kepada Banten Raya, Senin (26/3).


Selain terorganisir, Komarudin mengungkapkan bahwa pengeroyokan terhadap pelajar Bogor itu dikendalikan oleh SE yang diketahui sebagai panglima tempur geng All Base lima5. SE sendiri tidak berada di lokasi kejadian, karena ada aktivitas pribadi.

"SE aktif mengarahkan pengeroyokan mulai dari percakapan di grup Whats App (WA) pada pukul 14.00 hingga pukul 21.00, setelah korban meninggal dunia. Dia memerintahkan tim barat dan tim timur siap-siap sampai melakukan pengeroyokan," ungkapnya.

Komarudin mengungkapkan bahwa kemarin pihaknya kembali mengamankan dua orang yang diduga terlibat pengeroyokan yaitu berinisial YR dan RD. Namun saat ini statusnya belum tersangka."Total semuanya ada 11 orang yang sudah (ditahan) di Polres," jelasnya.


Meski telah mengamankan belasan anggota geng All Base lima5, namun jajaran Polres Serang Kota juga memburu 16 anggota lainnya yang diduga ikut terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Pemburuan itu bahkan dilakukan hingga ke rumah dan sekolah.


"Kita sudah datangi sekolah yang bersangkutan dan kita juga langsung meminta kepada orangtuanya untuk segera menyerahkan mereka kepada kami. Jika dalam dua hari tidak juga diserahkan maka kita akan jadikan DPO dan akan kita tindak tegas," tambahnya.

Sementara itu, SE membenarkan jika dirinya tidak tidak berada di lokasi kejadian saat pengeroyokan terjadi. Saat itu dirinya tengah berada di Jakarta dan hanya mendapatkan kabar melalui grup WA."Pas dapat kabar ada anak Bogor di Serang, saya suruh mereka acak-acak (penyerangan)," kata.

Menurut SE, inisiatif penyerangan terhadap pelajar asal Bogor itu, berdasarkan pengalaman yang pernah dialami dirinya, sewaktu berkunjung ke Bogor. Dimana dia menjadi korban pengeroyokan pelajar asal Bogor."Saya juga pernah di pantek di Bogor," ujarnya.

Seperti diketahuim AJ alias Jubing mengaku yang pertama kali memberitahukan kelompok All Base lima5 bahwa ada rombongan siswa SMA yang bisa menjadi sasaran empuk penyerangan. Ia kemudian merekam siswa SMK YKTB 3 Bogor yang sedang berjalan di sekitar Palima, Kota Serang dan mengunggahnya di grup WA.

"Saya merekam menggunakan HP saat mereka menumpang truk arah ke Serang. Terus saya kirim videonya ke grup, kata teman-teman pantek (pukul, keroyok, hingga bacok) aja," katanya.


Tersangka SH dan BD mengakui jika mereka yang membacok korbannya hingga meninggal dunia, alat yang digunakan yaitu celurit. Keduanya membacok korbannya di area pangkal paha sebelah kiri dan bagian punggung. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook