Serapan Anggaran Rendah Jadi Sorotan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 27 Maret 2018 - 12:44:16 WIB   |  dibaca: 205 kali
Serapan Anggaran Rendah Jadi Sorotan

MENYIMAK : Suasana Rapat Paripurna penyampaian LKPJ tahun anggaran 2017 oleh Plt Walikota Cilegon di Ruang Paripurna DPRD Kota Cilegon, Senin (26/3).

CILEGON - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon akan segera melakukan rapat untuk pembahasan Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2017. Dalam kajian DPRD Cilegon tersebut, rendahnya serapan anggaran berpotensi jadi sorotan.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) pada DPRD Kota Cilegon Isro Mi'roj mengatakan, penyerapan anggaran Pemkot Cilegon yang hanya sekitar 80 persen dari total anggaran tahun sekitar Rp 1,85 triliun, bakal menjadi perhatiannya. Adanya proyek yang tidak tuntas tahun lalu, seperti pembebasan lahan untuk Jalan Lingkar Utara (JLU) dan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) menyumbang rendahnya serapan anggaran tahun lalu.


“Sudah disebutkan Plt (Pelaksana Tugas) Walikota tadi, serapan anggaran sekitar 80 persen lebih ini jadi perhatian kita. Program tahun lalu akan kita evaluasi. Sama pendapatan 2017 yang belum tercapai juga akan jadi bahan evaluasi kita,” kata Isro usai Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ di Ruang DPRD Cilegon, Senin (26/3).


Dikatakannya, pekan depan, pihaknya akan segera melakukan rapat untuk pembahasan LKPJ Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi. Rendahnya serapan anggaran tahun lalu, diminta menjadi perhatiannnya untuk penyerapan anggaran tahun ini. “Juni tahun ini, kita juga rencananya melakukan Rapat Prognosis yang khusus membahas progres serapan anggaran, agar tahun ini maksimal,” jelas politisi Partai Golkar ini.


Anggota Banggar DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh mengatakan, masalah serapan anggaran dan pendapatan daerah akan menjadi pembahasan penting pada DPRD Cilegon. Akan tetapi, kewenangan DPRD hanya memberikan penilaian atas LKPJ Plt Walikota. Tidak ada rapor merah atau hitam, kewenangan menerima, menolak atau pun memberikan sanksi. Kajian dewan hanya sebatas rekomendasi agar terbuka dan selanjutnya publik yang akan menilai. Kemudian, Plt Walikota dapat melakukan perbaikan pada anggaran tahun ini.


Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, serapan anggaran Pemkot Cilegon diklaim sudah baik karena sudah mencapai 85 persen. Adanya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun lalu, mengingat adanya kewenangan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang tidak bisa dilewati begitu saja. “Sebenarnya kalau anggaran pembebasan lahan JLU terserap itu kan kecil silpanya,” kilahnya.


Edi menjelaskan, kinerja Pemkot Cilegon selama 2017 diklaim sudah mencapai 94 persen. Pada APBD 2017, pos pendapatan realisasinya mencapai 91,95 persen. Dari Rp1,85 triliun APBD, terealisasi Rp 1,71 triliun. Pada pos belanja, penyerapan anggaran mencapai 85,28 persen APBD 2017. Dari rencana sebesar Rp 2,06 triliun, terealisasi Rp 1,75 triliun. “Ketercapaian penyerapan anggaran tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti adanya efisiensi anggaran maupun adanya berbagai permasalahan teknis,” ujarnya. (gillang)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook