29 Ton Ikan Beku Terancam Dimusnahkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 27 Maret 2018 - 12:48:03 WIB   |  dibaca: 92 kali
29 Ton Ikan Beku Terancam Dimusnahkan

RAZIA : Petugas Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Merak mengecek kondisi fisik daging ikan patin beku, Minggu (25/3).

CILEGON – Dua puluh Sembilan ton daging patin beku terancam dimusnahkan. Pasalnya, saat ini pemilik 29 ton daging patin beku yang disita Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Merak kurang kooperatif.


Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Merak, Muhammad Hanafi mengatakan, saat ini pemilik 29 ton fillet ikan patin beku tersebut belum mendatangi pihaknya. Sehingga, saat ini daging tersebut masih diamankan oleh pihaknya.


“Ikan bekunya saat ini masih kita titipkan ke salah satu perusahaan pendingin daging di Serang, karena ikan kalau tidak didinginkan akan busuk. Tapi dua truk kami lepas, yang ditahan muatannya saja,” katanya saat ditemui Banten Raya di kantornya yang berada di Jalan Akses Tol Merak, Senin (26/3).


Dikatakannya, jika dalam waktu tiga hari pemilik barang tidak melengkapi dokumen pengiriman barang, maka barang akan dikembalikan ke asalnya di Lampung. Namun, jika di Lampung tidak menerima barang tersebut, maka akan dimusnahkan oleh pihaknya. “Besok (hari ini -red) waktu terakhir pemilik barang melengkapi dokumen barang tersebut. Sebenarnya, kalau dokumen lengkap kita tidak akan mempersulit distribusi barang tersebut,” kata Hanafi.


Ia menjelaskan, saat ini 29 ton daging patin beku tersebut tidak diketahui asal-usulnya. Pihaknya, juga akan mengambil sampel daging patin beku untuk dilakukan uji laboratorium. “Kalau hasil uji lab tidak aman konsumsi tentu akan kita musnahkan. Kita lakukan uji lab HPIK (Hama Penyakit Ikan Karantina),” jelas Hanafi.


Hanafi menuturkan, penahanan dua truk bermuatan daging patin beku tersebut, lantaran adanya kesalahan prosedur pengiriman. 29 ton daging patin beku sebenarnya ditahan oleh Karantina Ikan Lampung, pihak Karantina Ikan Lampung hendak menitipkan daging patin beku tersebut ke salah satu perusahaan pendingin daging agar tidak tidak busuk. “Malah sama sopir diseberangkan mau dibawa ke Surabaya, jadi kita tahan di Merak,” terangnya.


Ia menambahkan, dua truk beserta pengemudi sudah dilepaskan. Namun, pengemudi sewaktu-waktu bisa dimintai keterangan lagi. “Kita sudah minta pemilik barang di Surabaya untuk segera melengkapi dokumen. Sementara, sopir kita lepas karena setelah kita mintai keterangan ngakunya hanya disuruh bos untuk muat ikan saja,” imbuhnya.


Kepala Tata Usaha Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Merak, Aries Fathurochman yang mendampingi Hanafi mengatakan, pendistribusian ikan dari Sumatera ke Jawa atau sebaliknya memang menjadi perhatiannya. Sehingga, pihaknya rutin melakukan operasi untuk penertiban kendaraan barang yang memuat ikan namun tidak dilengkapi dokumen lengkap. “Tapi kalau sampai 29 ton seperti kemarin itu yang terbesar,” ungkapnya.


Ditambahkannya, setiap pengiriman ikan baik domestik maupun ke mancanegara, harus dilengkapi dokumen asal-usul ikan. Kelengkapan dokumen seperti Surat Keterangan Lalu Lintas Ikan (SKLL) dan Surat Keterangan Kesehatan Ikan (SKI) dari Karantina wajib dilampirkan dalam dokumen perjalanan. “Soalnya kalau tidak ada surat, ternyata yang dikirim ikan beku maupun ikan segar berpenyakit tentu membahayakan. Kalau daging ikan beku bisa membuat pengonsumsi sakit, ataupun kalau ikan segar berpenyakit tentu bisa menularkan ke ikan lain,” pungkasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook