Kosmetik Ilegal Berasal dari Filipina

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 28 Maret 2018 - 11:02:26 WIB   |  dibaca: 110 kali
Kosmetik Ilegal Berasal dari Filipina

EKSPOSE : Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito (memegang pengeras suara) memberikan keterangan kepada awak media saat menggelar konferensi pers di halaman Kantor BPOM Serang, Selasa (27/3).

SERANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap 1 kontainer kosmetik ilegal yang diamankan di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon pada Minggu (25/3) tengah malam berasal dari Filipina. Selain tak memiliki izin edar, produk itu juga mengandung bahan berbahaya.   


Dalam rilis diterima Banten Raya, terungkapnya kasus tersebut berasal dari temuan BPOM Serang terhadap 1 kontainer mencurigakan yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheuni ke Pelabuhan Merak. Bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Polsek Pulomerak, Balai Karantina Pertanian Klas II Cilegon dan Stasiun Karantina Perikanan Klas II Cilegon melakukan pengerebekan terhadap kontainer tersebut di SPBU Jabal Nur, Kecamatan Grogol.


Selanjutnya, kontainer dengan nomor polisi BM 8130 RY itu dibawa ke Balai Karantina Kelas II Cilegon untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukan dugaan adanya praktik pengiriman produk kosmetik ilegal dari wilayah Sumatera dengan tujuan Jakarta.


Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, berdasarkan penelusuran awal, 1 kontainer kosmetik yang diamankan merupakan barang impor yang berasal dari Filipina. Dalam 1 kontainer tersebut terdapat 1.055 karton dengan merek RDL Hydroquinone Tretinoin Babyface.


“Kemasannya sangat profesional dan komersil namun tanpa izin edar, ini impor dari negara tetangga. Produk ini produksinya di Filipina tapi kita telusuri kembali, akan ditelusuri lebih jauh. Dari sini (kemasan-red) disebutkan dari Filipina,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Kantor BPOM Serang, Selasa (27/3).


Ia menuturkan, adapun nilai keekonomian dari temuan tersebut cukup besar, yaitu mencapai Rp5,4 miliar. Selain nilai yang besar, adapun yang menjadi perhatian BPOM adalah salah satu bahan yang digunakan dalam kosmetik tersebut adalah hydroquinone dan tretinoin.


“Bahkan produk ini mengandung bahan kimia yang berbahaya, hydroquinone yang dilarang ada pada kosmetik. Sedangkan pada obat itu boleh harus resep dokter,” katanya.
Penny mengungkapkan, produk yang diamakankan adalah barang baru dan belum ada dipasaran. “Belum pernah ada izin edar dengan brand atau merek seperti ini, tidak tercatat,” ungkapnya.


Atas temuan itu, kata dia, selanjutnya BPOM akan melakukan penelusuran lebih lanjut apakah barang ini memang diimpor atau diproduksi di Indonesia. Sebab, dari penelusuran awal juga, produk kosmetik ini rencananya akan diedarkan ke seluruh daerah di Indonesia.


"Akan kita telusuri dari mana bahan bakunya. Ke hilir juga distribusinya ke mana saja. Kita akan memberikan warning kepada siapa pun. Yang menggunakan klinik kecantikan atau retailer akan kita berikan peringatan," tegasnya.


Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik RR Maya Gustina Andarini mengungkapkan, hydroquinone dan tretinoin biasa digunakan untuk obat jerawat. Akan Tetapi penggunaannya itu harus dengan resep dokter dan diawasi secara ketat.


“Tentunya saja efeknya kalau tidak ada aturan pakai maka akan terjadi hyperpigmentasi dan iritasi. Penggunaannya juga harus dipantau dokter dan tidak bisa dijual bebas seperti ini,” ujarnya.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Soeharto mengapresiasi, langkah cepat yang dilakukan BPOM bersama semua pihak yang terlibat dengan melakukan pengamanan. Produk ilegal perlu ditertibkan karena merugian bagi masyarakat maupun pelaku usaha legal.


“Ada unsur merugikan baik negara dan masyarakat. Dari Disperindag kami menjaga hak konsumen dan juga ke persaingan usaha. Produk ilegal ini dipastikan harganya murah, membanting harga produk yang legal. Jadi satu sisi melindungi konsumen dan satu sisi lainnya menjaga hak yang memiliki usaha legal,” tuturnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook