Pelaku Penyerangan Siswa SMK YKTB Bogor Dikenal Pendiam

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 28 Maret 2018 - 11:06:15 WIB   |  dibaca: 201 kali
Pelaku Penyerangan Siswa SMK YKTB Bogor Dikenal Pendiam

SERANG – Salah satu pelaku pengeroyokan 47 pelajar SMK Yayasan Kejuruan Teknologi Baru 3 Bogor berinisial RD yang saat ini masih berstatus pelajar di SMK PGRI 1 Kota Serang dikenal pendiam. Bahkan sikapnya selalu hormat kepada para guru.


Wali Kelas XII Teknik Sepeda Motor 1 SMK PGRI 1 Kota Serang Selamet Riyadi mengungkapkan bahwa selama ini RD dikenal sebagai siswa yang tidak neko-neko dan tidak pernah membuat masalah di sekolah. Bahkan RD dikenal sebagai siswa yang pendiam dan tidak pernah banyak bicara.“Kalau temannya olahraga dia juga ikut olahraga. Biasa saja. Makanya saya juga kaget pas denger kasus ini,” kata Selamet, Selasa (27/3).


Selamet mengungkapkan bahwa RD memang pelajar yang pendiam. Namun nilai akademiknya masuk ke dalam kategori sedang ke bawah. Pasalnya sejak kelas X ia sering tidak masuk kelas dalam waktu yang cukup lama, misalkan dalam beberapa minggu dengan alasan sakit. Akibat ini RD sering harus mengulang pelajaran untuk mengejar ketertinggalan. Yang membuatnya tidak habis pikir sakit yang menjadi alasan terkadang bukan merupakan sakit berat, melainkan hanya sakit ringan.“Sakitnya pun tidak parah paling flu atau sakit kepala,” ujarnya.


Ia mengaku pernah mendapatkan cerita dari orang tua RD bahwa anak ini pernah jatuh dari pohon kelapa ketika masih berstatus sebagai pelajar SMP kelas IX. Sejak saat itu, menurut pengakuan orang tuanya, emosinya tidak dapat terkendali ketika sedang marah. Namun perilaku itu tidak pernah ditunjukkannya selama berada di sekolah.“Kata orang tuanya kalau dia sudah emosi kadang di luar nalar,” kata Selamet.


Terkait keberadaan grup All Base Lima5 Selamet mengaku tidak pernah mendengar adanya grup ini sebelumnya. Ia menduga grup itu adalah grup baru. Sebelumnya pernah ada satu grup di SMK PGRI 1 Kota Serang tetapi sudah dibubarkan oleh bagian kesiswaan karena membuat masalah.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini RD seharusnya mengikuti serangkaian uji kompetensi sebelum mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang akan berlangsung pada 2-4 April mendatang. RD hanya ikut satu kali uji kompetensi praktik sepeda motor pada pekan lalu.“Waktu dia ikut uji kompetensi praktek sepeda motor itulah dia ditangkap polisi,” ujarnya.


Kepala SMK PGRI 1 Kota Serang Agung Artiyono mengungkapkan bahwa ia sangat kaget dengan keterlibatan RD dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan satu pelajar Bogor itu karena RD selama ini dikenal sebagai siswa pendiam. RD tidak pernah terlibat perkelahian apa pun selama menjadi siswa.“Kalau di luar sekolah kan kita enggak tahu,” ujarnya.


Ia mengatakan bahwa selama ini RD seperti pelajar lainnya yang terlihat sopan. Setiap bertemu dengan guru ia selalu mencium tangan mereka. Karena itu tidak ada guru yang menyangka bahwa RD terlibat dalam kasus pengeroyokan. Ia menduga RD menjadi pelajar yang diprovokasi oleh temannya di grup All Base Lima, yang beberapa di antaranya merupakan alumni.


Ia menyatakan bahwa sebelumnya ia sudah mewanti-wanti para pelajar dengan menyampaikan bahwa langkah mereka tinggal sedikit bila sudah duduk di kelas XII. Sehingga aktivitas yang bisa membahayakan sebaiknya tidak dilakukan. Tetapi kemudian ada saja peristiwa yang membuatnya harus mengurut dada.“Setelah ujian ada aja yang kecelakaan, ada yang ditangkap polisi,” katanya.


Agung mengatakan bahwa menjelang ujian selama seminggu pelajar kelas XII juga akan mengikuti ritual doa bersama yang diharapkan tidak hanya dapat menenangkan mereka ketika ujian melainkan juga agar hati mereka lebih tenang. Pelajaran agama pun disampaikan di kelas selama dua jam dalam sepekan. “Tapi ya kita cuma bisa berusaha. Setelah keluar sekolah kita tidak bisa ngontrol mereka,” tuturnya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook