Medsos Picu Nasionalisme Menurun

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 28 Maret 2018 - 12:09:41 WIB   |  dibaca: 410 kali
Medsos Picu Nasionalisme Menurun

TAMPAK SERIUS : Para peserta serius mendengarkan penjelasan pemateri pada acara Seminar Sistem Pertahanan Semesta Provinsi Banten di Aula Setda II Kota Cilegon, Selasa (27/3).

CILEGON – Penggunaan teknologi informasi khususnya Media Sosial (Medsos) yang sudah tidak terbendung disinyalir menjadi pemicu dan faktor utama menurunnya rasa nasionalisme yang terjadi di masyarakat. Sebab, kemampuan masyarakat dalam melakukan penalaran atau penyaringan informasi dari medsos masih sangat rendah, sehingga Medsos dengan mudah mempengaruhi pola hidup warga termasuk pada rasa cinta tanah air atau nasionalisme.


"Penyebab menurunya nasionalisme itu cukup banyak. Ketidakpahaman tentang cinta tanah air dan bela negara, masuknya pengaruh pengaruh asing menjadi penyebabnya. Namun, yang lebih berpengaruh adalah teknologi informasi melalui Medsos.

Banyak medsos yang menyebarkan berita tidak benar dan penyebaran berbagai paham dan ini diamini secara mentah-mentah oleh lapisan masyarakat khususnya generasi muda. Kami harap warga bisa lebih selektif terhadap berbagai informasi yang ada di medsos. Harus dilihat kebenaranya," kata Kepala Perwakilan Kementerian Pertahanan Provinsi Banten Kolonel (Kol) Kavaleri (Kav) Bambang Sugiharto kepada Banten Raya usai menjadi narasumber dalam acara Seminar Sistem Pertahanan Semesta Provinsi Banten di Aula Setda II Kota Cilegon, Selasa (27/3).


Bambang mengungkapkan, karena media sosisal menjadi faktor paling utama dalam penurunan nasionalisme. Untuk itu, pemerintah pusat sedang gencar melakukan perlawanan terhadap informasi bohong atau hoaks sebagai salah satu upaya agar warga tidak selalu percaya terhadap informasi yang menyesatkan, sehingga bisa menyaring terlebih dahulu sebelum membagikan kepada warga lainnya.

 "Sosial media menjadi faktor penentu dan paling utama. Jika informasi yang sifatnya jelek dan bohong disebar maka yang berkembang di masyarakat juga sesuatu yang jelek dan bohong. Warga harus menyaring terlebih dahulu kebenaran informasi yang beredar. Sehingga warga tidak terjerumus dan pada akhirnya terpengaruh dengan berita bohong, termasuk juga yang mencoba melunturkan rasa nasionalisme bangsa," ungkapnya.


Bambang menjelaskan, selain perang terhadap hoaks pemerintah daerah harus mendukung dan mensosialisasikan berbagai kegiatan yang berkenaan dengan bela negara, sehingga rasa nasionalisme warga terus terpupuk secara berkelanjutan. Sebab, jika peran pemerintah daerah tidak maksimal maka daerah tersebut akan sangat berpotensi terhadap konflik.

 "Tentu pemerintah daerah sebagai bagian dari struktur pemerintahan harus mensosialisasikan masalah cinta tanah air dan bela negara kepada warganya dalam setiap momen dan kegiatan yang dilakukan. Hal ini agar rasa nasionalisme dan cinta tanah air tetap terpupuk dan terjaga," jelasnya.  


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cilegon, Juhdi Sayyidi menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menciptakan partisipasi warga masyarakat dalam berperan melakukan bela negara dan memupuk nasionalisme. Sebab menjaga keutuhan bukan hanya tugas dari aparat namun warga harus ikut andil didalamnya.

 "Pelajar dan mahasiswa menjadi fokus dalam rangka menanamkan nasionalisme dan berperan untuk bela negara. Ada seminar dan sosialisasi yang dilakukan termasuk pelatihan bela negara. Dimana kurang lebih sudah ada 30 orang yang tergabung," terangnya. (uri)  

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook