Gedung Kejari Minim Fasilitas

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 28 Maret 2018 - 12:12:16 WIB   |  dibaca: 300 kali
Gedung Kejari Minim Fasilitas

MENUNGGU : Warga menunggu antrean sidang tilang di luar akibat minimnya fasilitas gedung Kejaksaan Negeri Kota CIlegon, Selasa (27/3).

Fasilitas di gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon ternyata masih sangat minim. Situasi itu, membuat warga yang akan melakukan sidang pelanggaran lalu lintas terpaksa mengantri di tenda yang disiapkan oleh Kejari Kota Cilegon diluar ruang sidang pelanggaran lalu lintas. Hal tersebut tentu saja membuat pelayanan yang dilaksanakan tidak maksimal kepada warga. Sebab, dengan hanya tenda maka ketika kondisi hujan akan tetap basah dan kondisi pada siang hari akan terasa sangat panas.


"Saya datang untuk mengambil STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan baru kali ini datang. Saya pikir ada diruangan untuk menunggu. Ternyata hanya ada tenda saja yang dispakan tempat duduk untuk mengantri panggilan sidang. Tentu saja ini kurang bagus, harusnya ada ruangan sehingga tidak menunggu di tenda," kata Bambang, warga Kecamatan Pulomerak saat mengantri mengambil STNK di Kejari Kota Cilegon, Selasa (27/3).


Bambang menambahkan, disamping tidak ada ruang tunggu, di Kejari Kota Cilegon juga tidak disipakan toilet untuk warga. Hal tersebut tentu membuat tidak nyaman warga jika hendak membuang air.

 "Sudah menunggu ditenda tidak juga ada ada toilet. Kebetulan meminta izin untuk menumpang buang air di dalam gedung atau kantor juga tidak boleh. Kami harap sebagai warga pada proses pelayanan pemambilan atau sidang tilang juga disediakan minimal toilet untuk buang air kecil," tambahnya.

Sementara itu, Petugas Kebersihan Kejari Kota Cilegon yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, jika tempat mengantri untuk sidang tilang dilakukan di tenda tepat disamping gedung sidang. Kondisi tersebut dilakukan dari 2017, dimana sebelumnya tempat sidang dan mengantri ada di gedung belakang area kantor Kejari Kota Cilegon.

"Sebelumnya itu ada didalam area kantor persis di gedung belakang untuk tempat pengambilan SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK. Kalau pindah di sini baru, kenapa dipindah karena gedung di belakang dipakai untuk tempat yang lain. Biasanya jika jadwal seperti Jumat (23/3, kemarin-red) sidang sampai 500 orang datang dan mengantri, namun untuk diluar sidang paling beberapa puluh orang saja yang mengantri di tenda," jelasnya.


Petugas Keamanan Kejari Kota Cilegon Sony mengungkapkan, untuk toilet hanya ada di dalam gedung are kantor dan tempatnya menggunakan akses kunci dari kemanan. Namun karena merupakan kantor maka tidak diperkenankan yang tidak berkepentingan untuk masuk. "Toilet itu hanya didalam. Untuk orang diluar terpaksa tidak bisa masuk dan menunggu sampai selesai sidang," ungkapnya.


Saat diupayakan unsur pimpinan Kejari Kota Cilegon untuk ditemui oleh Banten Raya dan dimintai keterangan, pihak kemanan tidak memberikan izin dengan alasan pimpinan sedang sibuk dan tidak bisa diganggu karena ada tamu. "Belum bisa ditemui sedang ada tamu," kata salah satu petugas keamanan yang tidak ingin disebutkan namanya. (uri)

 

 


 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook