Pokja DBD dan TB Diminta Cepat Tanggap

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 28 Maret 2018 - 12:14:18 WIB   |  dibaca: 439 kali
Pokja DBD dan TB Diminta Cepat Tanggap

PEMBEKALAN : kasi Perberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial, Imawati (kiri) dan Lurah Bulakan Narun Sukardi saat pembekalan Pokja DBD.

CILEGION - Puluhan kader Kelompok Kerja (Pokja) Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Sehat dan Ketuk Pintu Tubercle bacillus (TB) mendapatkan pembinaan tata cara penanganan dini terhadap warga yang terserang DBD dan TB. Hal tersebut dilakukan agar kader biasa bertindak secara cepat terhadap pasien yang diduga terjangkit DBD dan TB, sehingga warga yang terjangkit bisa diselamatkan.


"DBD ini sangat berbahaya dan mematikan jika sudah menjangkit warga. Sebagai kader Pokja DBD harus cepat tanggap dan mengidentifikasi jika ada warga yang terjangkit secepatnya mendapatkan penangan medis. Termasuk juga TB yang penyebarannya cepat dan membutuhkan perawatan yang rutin harus ditangani dan didampingi oleh kader.

Hal ini dalam rangka mengantisipasi potensi kematian warga yang terserang DBD dan TB," kata Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial pada Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber Imawati kepada Banten Raya usai memandu kegiatan pembekalan kader Pokja DBD di aula kelurahan, Selasa (27/3).


Imawati menjelaskan, dengan adanya pembekalan diharapkan kader mampu memiliki kempuan dalam melakukan penangan secara baik dan benar terhadap pasien atau warga yang terjangkit DBD dan TB. Selain itu, kader juga paham dalam rangka mengantisipasi atau pemberantasan DBD dan TB di lingkungan.

 "Kerjanya itu melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kondisi kesehatan warga. Kami harap dengan adanya pembekalan yang kami lakukan respon kader menjadi lebih cepat untuk mengantisipasi kemunkinan terburuk yang dialami oleh warga yang terjangkit," jelasnya.


Imawati mengungkapkan, pembekalan yang dilakukan merupakan mandatoring dari program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Bulakan dalam bidang peningkatan kesehatan.

 "Sesuai dengan keputusan program ini adalah mandatoring program DPWKel yang harus direalisasikan oleh pemerintah kelurahan.tujuannya adalah meningkatkan taraf kesehatan warga dengan peran atau berbasis mayarakat. Jadi, bukan hanya pemerintah yang harus fokus membangun kesehatan namun warga juga diminta terlibat aktif," ungkapnya.


Sementara itu, Lurah Bulakan Narun Sukardi menerangkan, Pokja DBD sudah terbentuk semenjak 2014. Dengan adanya dorongan dari program DPWKel diharapkan peran Pokja DBD dan Pokja lainnya bisa lebih maksimal.

 "Sudah ada dari 2014 terbentuk beberapa Pokja di Kelurahan Bulakan. Dengan adanya pembinaan melalui DPWKel bisa lebih maksimal peran kader, sehingga kehidupan kesehatan warga bisa lebih meningkat dari sebelumnya dan menjadi lebih baik," terangnya. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook