Bingung Hadir Karena Memikirkan Ongkos

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 29 Maret 2018 - 10:09:39 WIB   |  dibaca: 278 kali
Bingung Hadir Karena Memikirkan Ongkos

BUTUH DUKUNGAN : Toto St Radik dalam suatu kesempatan membacakan puisi karyanya.

SERANG – Lima penyair asal Banten masuk dalam 300 penyair yang diundang dalam kegiatan Temu Penyair Asia Tenggara 2018 di Kota Padang Panjang. Ironis mereka masih bingung apakah bisa hadir atau tidak karena belum punya ongkos.

Persoalan penyair yang terancam tidak bisa datang ke acara temu penyair atau acara sastra umumnya  bukan merupakan hal baru. Sudah banyak penyair yang mengalaminya. Bahkan beberapa tidak bisa menghadiri undangan karena tidak ada uang dan tidak ada dukungan dari pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten/ kota maupun provinsi.

Padahal mereka membawa nama daerah dan otomatis akan mengharumkan daerah mereka. Sebagian besar penyair biasanya berangkat menggunakan uang dari saku sendiri. Sementara yang berangkat menggunakan uang negara hanya sedikit.


Toto ST Radik, salah satu penyair asal Banten yang terpilih itu, mengaku sampai saat ini masih belum tahu apakah akan berangkat ke Kota Padang Panjang atau tidak. Pasalnya ia belum memiliki uang. Setidaknya ia memerlukan minimal mencapai Rp1,5 juta untuk biaya transportasi penjalanan pulang-pergi naik pesawat dan perjalanan darat dari Serang sampai ke lokasi.“Ini lagi mikir gimana berangkatnya. Duit dari mana,” kata Toto tersenyum.


Toto mengungkapkan bahwa sejak ia masih muda sampai sekarang pertemuan penyair semacam itu memang tidak pernah menyediakan uang transportasi bagi peserta. Panitia biasanya hanya menyediakan makan, tempat menginap, dan transportasi ke tempat-tempat yang sudah ditetapkan sebagai lokasi city tour.

Di luar itu semuanya ditanggung oleh sang penyair. Bagi yang memiliki uang, maka ia akan hadir dalam pertemuan. Bagi yang tidak hanya akan menunggu kiriman buku setelah acara tersebut.“Makanya lagi mubeng (pusing-red) saya juga. Nabunglah ngumpulin. Kalau ada dana berangkat,” katanya.


Toto mengungkapkan bahwa meski sang penyair yang diundang tidak dapat hadir namun karya miliknya yang sudah lolos kurasi akan tetap dibukukan dalam antologi dan ia akan mendapatkan kiriman bukunya satu eksemplar. Hanya saja bila tidak dapat ikut dalam acara maka sang penyair tidak bisa menikmati acara selama di sana.

Dalam acara  Temu Penyair Asia Tenggara 2018 di  Kota Padang Panjang itu panitia sudah merancang acara Seminar Sastra, Diskusi, Peluncuran Buku, Pembacaan Puisi di Situs-situs Sejarah di Padang Panjang, Malam Kesenian dan City Tour.“Biasanya gitu dari dulu juga. Dari muda dulu berangkat pake duit sendiri,” katanya.


Ia mengaku sering tidak berangkat memenuhi undangan karena tidak punya uang saat waktu pelaksanaan. Salah satu yang ia ingat ketika diundang dalam temu penyair seAsia Tenggara di Thailand. Ia mengatakan seharusnya pemerintah kabupaten/ kota dan provinsi bisa menganggarkan transportasi untuk penyair seperti ini.

Hanya saja masalahnya acara seperti ini biasanya dadakan dan penyair yang diundang tidak bisa dipastikan, karena hanya penyair yang puisinya lolos kurasi yang akan diundang.“Mungkin ada perlu dana khusus dhuafa. Begitu ada permintaan kasih begitu tidak dikembalikan ke negara,” ujar Toto lalu tertawa.


Ahmad Wayang, penyair Banten lain yang juga diundang, mengaku masih bingung bagaimana agar bisa ke Kota Padang Panjang. Ia sendiri tidak memiliki uang untuk biaya transportasi. Meski senang puisinya bisa lolos namun kebahagiaan itu seperti tidak penuh karena ia masih was-was apakah bisa hadir dalam acara temu penyair itu atau tidak.“Enggak tau nih cara ke sananya gimana,” katanya.


Ia mengatakan bahwa bila sampai dengan waktu yang ditentukan ia memiliki ongkos untuk berangkat maka akan berangkat. Bila tidak, maka ia hanya akan mengikuti berjalannya acara tersebut melalui pemberitaan di media massa daring.“Tapi kemarin Teh Fey (Ketua Forum Lingkar Pena Wilayah Banten-red) bilang mau support tiket pesawat keberangkatan. Alhamdulillah kalau iya bener,” ujarnya.


Sebagaimana diberitakan litera.co.id Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang yang didukung Forum Pegiat Literasi (FPL) Padang Panjang mengundang penyair-penyair Asia Tenggara untuk datang ke Kota Padang Panjang pada 3-6 Mei 2018 mendatang dalam kegiatan Temu Penyair Asia Tenggara 2018.


Pemerintah Kota Padang Panjang memfasilitasi akomodasi dan konsumsi untuk 300 penyair selama acara berlangsung. Peserta dimukimkan di rumah-rumah warga Padang Panjang dan menikmati kuliner serta atraksi kesenian dan tradisi masyarakat Padang Panjang. (MUHAMAD TOHIR)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook