Tanah Sudah Dijual, Pemilik Gugat Pembeli

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 29 Maret 2018 - 11:56:18 WIB   |  dibaca: 695 kali
Tanah Sudah Dijual, Pemilik Gugat Pembeli

SIDANG : Keluarga ahli waris ikut mengawal persidangan di PN Serang, saat saksi ahli waris memberikan keterangan kepada Majelis Hakim, Rabu (28/3).

SERANG- Merasa tak menjual lahan seluas 16.320 meter persegi di wilayah Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, tepatnya di Pasar Tambak, ahli waris menggugat pembeli lahan. Hal itu terungkap pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, dengan terdakwa Uding selaku pembeli lahan.


Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sumantono, ahli waris almarhum Sakman, Yanti mengaku dirinya tidak pernah menjual tanah tersebut. Meski diakuinya jika terdakwa beberapa kali memberikan uang yang nilainya bervariatif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 juta."Pernah dikasih uang buat beli sayur Rp 100-200 ribu. Dikasih aja tapi enggak tau buat apa dan lupa," katanya disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Serang Pujiyati.


Menurut Yanti, tanah warisan dari almarhum Sakman itu merupakan tanah hibah yang diberikan oleh atasan orangtuanya. Tanah tersebut kemudian dibagikan kepada 8 orang anak-anaknya yaitu Santi, Saki, Sani, Sanah, Saminah, Sapei dan Siti. "Tapi tanahnya belum disertifikat," ujarnya.


Ahli waris lainnya, Siti, menuding terdakwa Uding telah memalsukan Akte Jual Beli (AJB). Sebab, keluarga atau ahli waris belum menjual tanah seluas 16.320 meter persegi tersebut, kepada siapa pun termasuk terdakwa. "Saya tau kalau itu dipalsukan (AJB) dari Devi dan Yanto (kerabat), dan tanah itu belum dijual," katanya.

Namun, Siti tidak membantah jika ahli waris pernah menerima uang sebesar Rp 300 juta dari Uding yang diklaim sebagai uang penjualan lahan yang saat ini digunakan sebagai Pasar Tambak.“Iya, tapi bukan jual tanah,” kata Siti.

Kuasa hukum terdakwa Tubagus Sukatma mengatakan, pihaknya memiliki beberapa bukti kuat jika ahli waris telah menerima uang penjualan. Bahkan terdakwa dan ahli waris juga telah menandatangani kesepakatan."Pada 7 Maret 2017 disaksikan oleh Sahman, Suryanto dan Helmi bersama ahli waris dan anak cucunya menerima uang Rp 300 juta dari Uding," katanya.


Menurut Sukatma, jika ditotalkan klienya tersebut telah mengeluarkan uang lebih dari Rp 700 juta yang diserahkan kepada ahli waris. Terkait tudingan pemalsuan AJB, pihaknya dengan tegas membantahnya.
 
"Haji Uding ini tidak mengerti soal-soal begituan (pemalsuan AJB). Kalau ditotalkan lebih dari Rp700 juta," ujarnya seraya menjelaskan bahwa kliennya punya bukti kuitansi yang dibubuhkan cap jempol ahli waris. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook