Lagi, Anggota DPRD Dilaporkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 29 Maret 2018 - 12:28:38 WIB   |  dibaca: 457 kali
Lagi, Anggota DPRD Dilaporkan

LAPORAN : Staf Panwaslu Kota Serang (kanan) saat melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap pelapor, Rabu (28/3).

SERANG- Anggota DPRD Kota Serang kembali dilaporkan ke Panwaslu Kota Serang atas dugaan pelanggaran atas peraturan KPU nomor 4 tahun 2017 pasal 28 ayat 2 tentang kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan walikota dan wakil walikota. Kali ini anggota DPRD dari Fraksi Gerindra atas nama Halashon Simbolon yang dilaporkan ke Panwaslu oleh tim pasangan calon nomor 3 Syafrudin-Subadri.


Sebelumnya anggota DPRD yang dilaporkan adalah Agus Sutisna dan Ketua DPRD Kota Serang Namin. Keduanya merupakan anggota DPRD Fraksi Golkar.Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Serang Faridi mengungkapkan bahwa pada Selasa (27/3) malam laison officer (LO) tim pasangan calon nomor 3 bernama Achmad Mulyani melaporkan Halashon Simbolon ke kantor Panwaslu Kota Serang atas pelanggaran yang diduga dilakukannya pada alat peraga kampanye (APK) berupa spanduk.

Pada APK yang terpasang di Perumahan Puri Anggrek di Kecamatan Walantaka itu, selain terdapat foto pasangan calon nomor urut 1 yaitu Vera Nurlaela dan Nurhasan, juga terdapat foto Halashon Simbolon. Padahal, desain APK harus sesuai dengan yang sudah disetorkan ke KPU Kota Serang, yaitu hanya ada foto pasangan calon nomor urut 1.“Laporannya karena spanduknya ada gambar Pak Halashon Simbolonnya,” ujar Faridi, Rabu (28/3).

Selain itu Achmad Mulyani juga melaporkan pasangan calon nomor urut 2 yang diduga melakukan pelanggaran peraturan KPU nomor 4 tahun 2017 tentang kampanye. Sebab bahan alat peraga (BAP) berupa poster milik pasangan calon nomor urut 2 dipasang di fasilitas umum, tepatnya di terowongan Trondol, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang.“Pemasangan APK dan BAP tidak boleh dilakukan di fasilitas umum,” ujarnya.

Sejauh ini pasangan nomor urut 2 baru satu kali ini dilaporkan atas dugaan pelanggaran. Sementara antara pasangan calon 1 dan 2 sudah sering melaporkan pelanggaran ke Panwaslu Kota Serang.


Laporan lain adalah dugaan pembiaran informasi oleh PPK Kecamatan Kasemen pada APK pasangan calon nomor urut 3. APK nomor urut 3 yang seharusnya terpasang di Kampung Sawah Luhur, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, hilang tetapi diduga dibiarkan tidak pernah dilaporkan oleh PPK. Padahal, APK pasangan calon lain, yaitu pasangan calon 1 dan 2 masih terpasang di lokasi tersebut. “Dugaannya melanggar peraturan KPU nomor 4 pasal 28 ayat 2,” kata Faridi.

Akbarudin, staf Panwaslu Kota Serang mengatakan bahwa pelapor dan saksi kemarin dibuatkan berita acara pemeriksaannya atas laporan yang mereka masukkan ke Panwaslu. Setelah itu hari ini pihak terlapor akan dipanggil dan di-BAP. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook