Kommat Ikut Tingkatkan Mutu Pendidikan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 29 Maret 2018 - 12:31:56 WIB   |  dibaca: 62967 kali
Kommat Ikut Tingkatkan Mutu Pendidikan

BERPIKIR : Peserta Kommat nampak berpikir keras untuk mengerjakan soal-soal ujian yang disiapkan oleh panitia, kemarin.

CILEGON - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP se-Kota Cilegon kembali menggelar Kompetisi Matematika (Kommat) bagi pelajar SMP atau sederajat se-Kota Cilegon di SMP Negeri 11 Kota Cilegon pada Rabu--Kamis (28--29/3).


Ketua Pelaksana Kegiatan, Dini Juhandi mengatakan, Kommat dilaksanakan setiap tahun dan sudah memasuki tahun ketiga. Untuk kali ini, jumlah peserta yang ikut berkompetisi sebanyak 176 orang yang berasal dari 36 SMP dan 2 Mts yang ada di Kota Cilegon. "Alhamdulillah, jumlah peserta yang ikut berkompetisi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kami berharap kedepan seluruh SMP yang berjumlah 44 sekolah dan MTs sekitar 16 sekolah bisa mengirimkan peserta didiknya untuk ikut berkompetisi," ujarnya kepada Banten Raya kemarin.


Kompetisi tersebut, lanjut Dini, diharapkan bisa menjaga tali silaturahmi antar pelajar dan juga guru SMP dan Mts di Kota Cilegon. "Yang paling penting, kami ingin para pelajar bisa menumbuhkan rasa kompetitif dalam mengukir prestasi di mata pelajaran matematika.

Selain itu, kami juga ingin Kommat menjadi simulasi dalam menghadapi  UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer-red) karena peserta yang ikut kebanyakan kelas 9. Harapannya tentu ketika menghadapi UNBK yang sebenarnya mereka dapat menjawab soal-soal dengan tenang dan hati-hati," kata guru yang bertugas di salah satu SMP swasta di Kota Cilegon ini.


Dini menjelaskan, untuk juara Kommat akan dipilih tiga terbaik dari yang terbaik dan akan ada piala bergilir bagi sekolah yang berhasil menempatkan paling banyak peserta didiknya di final. "Jadi nanti akan ada 15 peserta yang nilainya tertinggi untuk tampil di final.

Mereka akan mengerjakan 5 soal esay berstandar olimpiade. Semua jawaban akan tersimpan di komputer dan langsung keluar skornya ketika soal-soal selesai dikerjakan. Penjabaran jawaban memiliki nilai tersendiri saat final. Kalau pada penyisihan kan peserta hanya mengerjakan soal pilihan ganda, tidak ada penjabaran, ya kalau benar poinnya satu kalau salah atau tidak terisi jawabannya poinnya nol," jelasnya.


Jika ada juara yang poinnya sama, maka akan dilihat dari waktu tercepat dalam pengerjaan soalnya. "Kalau masih sama sama imbang. Maka kami akan putuskan peserta dengan usia termuda yang akan jadi juaranya," tutur Dini.


Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Suhendi menilai Kommat sebagai ajang yang sangat positif bagi perkembangan prestasi peserta didik SMP maupun Mts, khususnya dalam mata pelajaran matematika. "Munculnya kegiatan lomba seperti Kommat ini merupakan salah satu hal yang sangat mendukung program dinas.

Kami berharap akan ada banyak lomba seperti Kommat untuk mata pelajaran lain karena semakin banyak lomba bisa menambah semangat belajar dan berlatih bagi peserta didik. Artinya, apresiasi bakat dan kemampuan peserta didik akan semakin terbuka dan berimbang. Tidak hanya didominasi oleh sekolah-sekolah tertentu saja. Yang pasti, kegiatan semacam Kommat bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan di Kota Cilegon," ungkapnya. (danang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook