Mahasiswa Protes Kenaikan BBM

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 29 Maret 2018 - 12:35:17 WIB   |  dibaca: 247 kali
Mahasiswa Protes Kenaikan BBM

PROTES : KENAIKAN BBM : Aksi damai yang dilakukan oleh aktivis KAMMI Kota Cilegon di halaman Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (28/3). Mereka memprotes kenaikan harga BBM yang terjadi belum lama ini.

CILEGON - Puluhan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Cilegon menggelar aksi unjuk rasa menyikapi kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Halaman Kantor DPRD Kota Cilegon, Rabu (28/3). Dalam aksinya itu, KAMMI Kota Cilegon memprotes kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai menyengsarakan rakyat.


Ketua KAMMI Kota Cilegon Ammar Abduzar mengatakan, rakyat Indonesia kembali bertambah sengsara setelah pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina, menaikan harga BBM jenis Pertalite pekan lalu. Kenaikan harga Pertalite pada Sabtu (24/3) pukul 00.00 WIB. "BBM non subsidi tersebut naik Rp 200 per liter. Harga Pertalite saat ini dipatok sebesar Rp 7.800 per liter dari sebelumnya Rp 7.600," kata Ammar kepada Banten Raya, kemarin.

Ammar menjelaskan, dampak kenaikan BBM paling besar dirasakan rakyat kecil. Apalagi, kenaikan Pertalite di tengah-tengah lengkanya BBM jenis Premium di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ketika Pertalite naik, maka inflasi ikut naik. "Harga kebutuhan pokok juga ikut naik," jelasnya.

Menurut Ammar, kenaikan harga kebutuhan pokok nantinya juga dapat mengakibatkan konsumsi dan daya beli rakyat kecil menurun. Bahkan, yang Ia khawatirkan bisa menambah jumlah rakyat miskin di Indonesia. "Saat ini rakyat miskin mencapai 26,58 juta jiwa menurut Data BPS (Badan Pusat Statistik) per September 2017 lalu," tuturnya.


Kesengsaraan rakyat bisa bertambah, lanjut Ammar, apabila harga BBM terus naik mendekati bulan suci ramadan. Siklus tahunan harga kebutuhan pokok akan naik menjelang ramadan. "Itu semakin menggerus daya beli jutaan rakyat miskin Indonesia," ucapnya.


Ammar berharap, KAMMI Kota Cilegon secara tegas menolak kenaikan harga BBM yang menyengsarakan rakyat. Pihaknya juga menuntut pemerintah untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat. "KAMMI juga menuntut pemerintah mengembalikan kewenangan harga BBM kepada pemerintah. Menuntut DPDRD Kota Cilegon menyuarakan aspirasi rakyat terkait penolakan kenaikan harga BBM," harapnya.


Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menemui para pendemo, Badar Gumelar mengatakan, secara pribadi, Ia juga menolak kebijakan kenaikan Pertalite pada pekan lalu. Sehingga, Ia juga menemui mahasiswa dari KAMMI yang menggelar aksi. "Tuntutan KAMMI, nanti kita sampaikan ke pimpinan DPRD Cilegon, agar bisa dilanjutkan ke DPR-RI ataupun ke kementerian yang bersangkutan," katanya.

Badar mengatakan, kenaikan harga Pertalite disela-sela langkanya Premium di beberapa SPBU membuat masyarakat semakin sengsara. "Presiden kalau mau menaikan BBM juga jangan diam-diam. Intinya saya mewakili suara rakyat," kata politisi PPP yang duduk di Komisi II DPRD Cilegon ini. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook