Ketua Panwaslu Disandera Kelompok Bersenjata

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 31 Maret 2018 - 11:12:05 WIB   |  dibaca: 170 kali
Ketua Panwaslu Disandera Kelompok Bersenjata

SIGAP : Petugas polisi membawa jenazah pelaku teror dalam simulai Pengamanan Kota (Sispam Kota) Operasi Mantap Praja dan Kompi Tripatra dalam pengamanan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Alun-Alun Barat, Kota Serang, Kamis (29/3).

SERANG - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Serang disandera sejumlah orang yang tidak dikenal (OTK) bersenjata lengkap dalam simulasi pengamanan Pilkada Kota Serang yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Serang, Kamis (29/3).


Dalam simulasi diceritakan bahwa kelompok bersenjata yang diduga salah satu pendukung calon walikota tidak terima dengan hasil pilkada Kota Serang.Aparat kepolisian dari Polres Serang Kota yang mengetahui penyanderaan kemudian melaporkannya ke Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin yang kemudian berkordinasi ke Dansat Brimob Banten. Selanjutnya, personil Tim One Teror Brimobda Banten melakukan aksi penyelamatan ketua panwaslu.


Dalam penyergapan, Tim One Teror terlibat baku tembak dan berhasil menembak mati satu orang dan berhasil menyelamatkan sandera. Usai melumpuhkan para teroris, Tim One Teror selanjutnya melakukan penggeladahan seisi rumah.


Dari penggeledahan itu, ditemukan benda mencurigakan yang diindikasikan sebagai bom. Sesuai protap, keberadaan barang yang dicurigai sebagai bahan peledak ini, selanjutnya diambil alih oleh Tim Jibom dengan menerjunkan kendaraan robot (robocar).


Kendaraan robot ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan bom. Setelah terdeteksi sebagai bom berkekuatan besar, Tim Jibom akhirnya meledakan bom di lokasi, guna menghindari adanya korban.


Simulasi pengamanan pilkada yang membuat heboh dengan ledakan bom yang cukup keras ini melibatkan 985 anggota dari jajaran kepolisian, TNI dengan nama Satgas Tri Patra. Turut hadir Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel CZI Budi Hariswanto, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah.


Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kegiatan simulasi pengamanan pilkada itu merupakan upaya untuk mempersiapkan pengamanan, menghadapi pelaksanaan pilkada serentak.


"Saat ini di wilayah Banten akan menggelar pilkada serentak dan merupakan bagian yang harus kita amankan. Kita harus bisa menjamin pilkada tahun ini bisa berjalan aman, lancar dan sukses," katanya.


Menurut Listyo, dalam pelaksanaan pilkada kali ini, banyak hal yang harus diwaspadai, salah satunya black campaign atau kampanye hitam terutama di media sosial."Dulu cukup mengawasi di darat, tapi sekarang yang banyak muncul di media sosial. Black campaign untuk Pilkada Banten cukup minim. Namun black campaign yang muncul mengarah kepada pilpres dan ditempat kita sendiri sudah melakukan beberapa upaya hukum," ujarnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook