Irna-Tanto Berhasil Tekan Angka Kemiskinan

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Sabtu, 31 Maret 2018 - 11:18:05 WIB   |  dibaca: 274 kali
Irna-Tanto Berhasil Tekan Angka Kemiskinan

MENINGKAT : Bupati Pandeglang Irna Narulita menerima laporan laporan hasil evaluasi Akuntanbilitas Kiberja Pemerintah Daerah dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abrur, Januari lalu. Kabupaten Pandeglang mendapat SAKIP dengan predikat B dari tahun sebelumya CC.

PANDEGLANG – Besok Kabupaten Pandeglang genap berusia 144 tahun. Hari jadi 2018 sekaligus tahun ketiga bagi Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Irna Narulita-Tanto Warsono Arban memimpin Kabupaten Pandeglang.

Irna menyatakan, ada sejumlah progres indikator kinerja makro pembangunan Kabupaten Pandeglang yang berhasil dicapai. Keberhasilan itu antara lain pengangguran terbuka pada tahun 2015 sebesar 10,22 persen, saat ini menjadi 8,30 persen, atau berkurang sebesar 1,92 persen.

Persentase penduduk di bawah garis kemiskinan pada tahun 2015 sebesar 10,43 persen, saat ini menjadi 9,67 persen, atau berkurang sebesar 0,76 persen. Opini laporan keuangan daerah pada tahun 2015 beropini Wajar Dengan Pengecualian (WDP),  dan pada saat ini sudah meningkat menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Capaian laporan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja pemerintah Kabupaten Pandeglang pada tahun 2015 CC (cukup/memadai), saat ini sudah meningkat berpredikat B (baik). Sementara, indeks pembangunan manusia (IPM) pada tahun 2015 62,72, saat ini meningkat menjadi 63,40, atau bertambah sebesar 0,68 poin.

“Dari berbagai progres kemajuan/keberhasilan yang telah dicapai berdasarkan capaian indikator kinerja makro pembangunan, masih terdapat capaian indikator yang keberhasilannya belum sesuai dengan harapan target capaian RPJMD, diantaranya pada IPM, persentase penduduk di bawah garis kemiskinan, dan besarnya kunjungan wisatawan yang seluruhnya menjadi catatan perhatian kita untuk tetap menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2019,” kata Irna Narulita, awal pekan kemarin.


Bupati menyatakan, berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), sektor unggulan Kabupaten Pandeglang ada 3 yaitu pertanian, kelautan/maritim dan pariwisata. Keunggulan pada sektor pertanian ini terlihat dari kontribusi PDRB sektor pertanian. Kontribusi PDRB sektor pertanian pada saat ini sebesar 33,94 persen (7,52 triliun rupiah) dari total PDRB Kabupaten Pandeglang.

Sektor pertanian juga mempunyai keunggulan geografis seperti tanah yang subur, lahan pertanian yang luas, serta sumber mata air untuk pertanian. sementara, keunggulan pada sektor kelautan dapat diindikasikan dengan adanya garis pantai Kabupaten Pandeglang sepanjang 307 km, 10 kecamatan pesisir, serta 33 pulau.

Sedangkan keunggulan pada sektor pariwisata, yaitu merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang ditetapkan oleh pemerintah pusat di Kabupaten Pandeglang adalah KEK Pariwisata Tanjung Lesung.

Disamping itu, Pandeglang mempunyai sejumlah potensi wisata seperti Pantai Carita, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Kawasan Akarsari, Cikoromoy, Cisolong, Wisata Religi/Ziarah Makam Syech Mansyur Cikadueun, Makam Syech Asnawi Caringin, Serta Destinasi Wisata Lainnya Termasuk Wisata Bahari. “Ketiga sektor unggulan tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Pandeglang,” bebernya.


“Kita berharap waktu tempuh wisatawan berkunjung ke destinasi wisata di Pandeglang dari Jakarta dan sekitarnya tidak lebih dari 2 jam untuk itu, semua pembangunan, fasilitasi dan koordinasi untuk perbaikan dan  percepatan akses yang  dapat mempercepat kunjungan wisatawan tersebut perlu dilakukan, seperti pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, Bandara Banten Selatan, serta reaktivasi rel kereta api Rangkasbitung–Labuan, bahkan kita sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Gubernur Banten untuk pembangunan jalur rel kereta api Labuan–Anyer Kidul,” imbuh bupati.


Isu-isu strategis yang menjadi permasalahan pokok pembangunan Kabupaten Pandeglang tahun 2019 menurut bupati difokuskan pada empat aspek yaitu konektivitas dan aksesibilitas infrastruktur; pendidikan dan kesehatan; kemiskinan, pengangguran dan ketertinggalan; tata kelola pemerintahan.


 Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, optimistis Kabupaten Pandeglang akan bertambah maju. Satu hal yang menjadi perhatian Wabup adalah investasi. Tanto yakin Pandeglang akan menjadi tujuan investasu sebab pemerintah daerah sudah menerapkan sebanyak 36 pelayanan perizinan berbasis online atau daring.

“Memang saat ini investasi di Pandeglang belum begitu banyak karena belum ada regulasi. Namun saat ini, kita sudah terapkan sebanyak 36 perizinan berbasis online. Untuk itu, saya optimistis iklim investasi akan melejit, ” kata Wabup.


Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Erin Fabiana Ansori mengatakan, untuk membuat iklim investasi yang kondusif membutuhkan dukungan masyarakat. Sehingga percepatan pembangunan yang dilakukan bisa tercapai. “Dukungan masyarakat sangat penting untuk kemajuan investasi pembangunan. Sebab, para investor bisa merasa nyaman jika situasi daerahnya kondusif. Intinya, keamanan daerah itu menjadi modal investasi pembangunan,” tuturnya. (muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook