Pergub Pencak Silat Belum Signifikan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 02 April 2018 - 11:31:30 WIB   |  dibaca: 200 kali
Pergub Pencak Silat Belum Signifikan

BANYAK POTENSI : Tim pencak silat Sinar Pusaka Banten menampilkan seni jurus pencak silat pada Festival Pencak Silat di Museum Banten, Kota Serang, Sabtu (31/3).

SERANG – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten menilai cabang olahraga (cabor) pencak silat belum mampu bersaing di kancah nasional khususnya pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal itu terbukti pada PON XIX 2016 di Jawa Barat (Jabar), cabor pencak silat hanya mampu mendulang medali perunggu atas nama pesilat Deni Budi Susilo nomor laga kelas G putra dari Kabupaten Tangerang. Demikian dikatakan Kepala Dispora Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan usai membuka festival pencak silat di halaman Museum Banten, Kota Serang, Sabtu (31/3).

Pada kesempatan ini, turut hadir Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo, Ketua Umum IPSI Banten Ajat Sudrajat, anggota DPRD Provinsi Banten Komisi  V Encop
Sofia, dispora kabupaten/kota, ketua IPSI kabupaten/kota, dan ketua peguron pencak silat se Banten.


“Iya itu faktanya bahwa pencak silat di ajang PON belum memberikan hasil yang terbaik. Oleh karenanya kami mulai tahun kemarin itu, bersama-sama dengan DPRD Banten, KONI Banten, dan IPSI Banten, memacu bagaimana supaya pencak silat ini bisa mendapatkan prestasi yang luar biasa di kancah nasional. Paling tidak di ajang PON lah,” kata Deden, kepada Banten Raya.


Melalui festival pencak silat ini, pihaknya optimistis ke depan menghasilkan bibit-bibit atlet pencak silat potensial yang dapat diandalkan Banten pada masa yang akan datang. “Biar bagaimana pun kaderisasi itu harus dilakukan. Kalau sekarang anak-anak SD ini kan stok kita untuk 5-10 tahun ke depan. Seperti yang dikatakan oleh ketua IPSI Banten (Ajat Sudrajat-red). Nah dari sekarang kita bina, dari sekarang kita aktifkan mereka, tumbuhkan kecintaan terhadap dunia persilatan target kita 5-10 tahun ke depan kita punya bibit-bibit atlet pencak silat yang luar biasa,” ungkap dia.


Ia menuturkan, sejatinya Pemerintah Provinsi Banten telah menggulirkan peraturan gubernur (pergub) Banten perihal pencak silat melalui muatan lokal agar diimplementasikan di sekolah di Provinsi Banten. Namun upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan secara instan khususnya dari segi prestasi.

“Muatan lokal itu baru dilakukan pada 2015. Baru dua atau tiga tahun ini berjalan. Dan kita sudah lihat hasilnya ini adik-adik kita yang SD ini kan hasil dari mengikuti muatan lokal. Nah tinggal nanti untuk prestasinya itu kan pemerintah daerah harus hadir. Bukan lagi sekolah ya tapi pemerintah daerah baik itu melalui KONI, IPSI maupun disporanya,” tuturnya.


Deden berharap ke depan Provinsi Banten menjadi menjadi kiblatnya cabang olahraga (cabor) pencak silat di Indonesia dan dunia. “Target ke depan Banten harus bisa menjadi lumbung pesilat yang membuahkan prestasi bagi Banten di kancah nasional dan internasional,” jelas pria yang juga pengurus IPSI Banten ini.


Karena itu, masih kata dia, pihaknya berjanji mengagendakan, festival pencak silat tingkat nasional. “Insya Allah kita siap karena festival pencak silat kita itu nanti diikuti 50 tim pencak silat dari seluruh Indonesia. Tiga puluh tim provinsi dan 20 tim dari tingkat nasional. Insya allah kita siap. Makanya Alhamdulillah hari ini saya didampingi oleh Ibu Encop Sovia dari DRPD Provinsi dari komisi V yang aktif di dunia persilatan, dan juga mungkin beliau akan menyampaikan pada rekan-rekan kita di DRPD Provinsi Banten untuk bisa menyukseskan Banten menjadi tuan rumah festival pencak silat tingkat nasional,” papar pria berkacamata ini.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pengprov IPSI Banten Ajat Sudrajat mengaku pihaknya siap untuk memberikan prestasi terbaik kepada masyarakat Banten. “Iya itu hal yang sangat menarik buat saya selaku ketua IPSI Banten dan jajaran IPSI Provinsi Banten.

Karena tantangan itu ternyata bukan cuma tantangan kita saja, tapi semua elemen masyarakat mulai dari pemerintah daerah, KONI, dan DPRD juga sangat merespons dengan adanya semangat ingin adanya prestasi di pencak silat di tahun-tahun yang akan datang.

Itu suatu motivasi yang bagus. Itu suatu hal yang positif dan itu memberikan angin segar (harapan) bahwa ke depan pencak silat tidak hanya milik pribadi tapi juga harus mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ajat.


Ia menyebutkan, salah satu kendala minimnya prestasi pencak silat Banten di PON lantaran masih minimnya kompetisi pencak silat yang regular.  “Pelaksanaan pelatihan, dan kejuaraan itu kan tidak mungkin hanya dari pengprov sendiri yang melaksanakan.

Harus didukung dari pemerintah daerah khususnya dalam segi pendanaan dan pelaksanaan kegiatan, kalau dari Dispora sendiri menggulirkan event-event, dan dari koni juga memberikan dukungan event-event yang banyak tidak mustahil bahwa IPSI juga yang selalu memberikan motivasi kepada atlet supaya latihan-latihan, dan latihan di setiap peguron ada saatnya dia untuk mengikuti pertandingan.

Momen-momen itulah yang kita bisa manfaatkan, kalau kita hanya kegiatan setahun dua kali oleh IPSI tapi dibantu oleh pemerintah daerah, oleh koni dan oleh dispora, event akan semakin banyak. Iya itulah salah satu PR kita. Di mana-mana di provinsi yang sudah berhasil itu event atau ajang kompetisi banyak sekali setiap tahun sekali. Bahkan bisa sebulan sekali, setahun bisa mengadakan 15 kali. Nah di banten itu ada kekurangan.

Kekurangan itu sudah mulai terjawab dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah,dprd, dan koni, mendukung. Itu suatu menarik buat kita. Karena makin banyak ikut kejuaraan, atlet makin termotivasi, kemampuannya atlet dan jam terbang atlet semakin terasah dan bertambah,” sebut dia.


Sementara itu, anggota DPRD Banten Komisi V Encop Sofia menyatakan, pencak silat itu harus menjadi ikon bagi warga Banten karena akarnya ada di Banten. “Percaya bahwa kalau dilihat dari festival sekarang memang pencak silat itu memang benar-benar akarnya di Banten.

Jadi kalau itu akarnya Banten berarti harus menjadi jargon ya buat Banten dan jadi muatan lokal. Sehingga pemerintah baik DPRD maupun pemerintah sepertinya wajib mendukung pencak silat menjadi acuan Banten,” ucap Encop.


Karena itu, lanjut dia, pihaknya menerbitkan pergub tentang pencak silat dan perda keolahragaan. Pembuatan peraturan itu agar cabor pencak silat dapat berkembang prestasinya di level nasional dan internasional. “Sebenarnya pergub itu sudah mewakili untuk diimplementasikan.

Di provinsi kita sudah punya mulai dari perda keolahragaan itu sudah bisa menaungi pergub untuk mengimplementasikan pencak silat sebagai muatan lokal di SLTA di provinsi Banten. Tinggal diimplementasikan pada setiap SLTA di Provinsi Banten, karena pergubnya sudah ada dan sudah ada perda keolahragaaan yang itu menaungi bahwa olahraga menjadi suatu yang penting bagi masyarakat Banten,” papar politikus Partai Gerindra ini.


Masih di Museum Banten, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo menyambut positif dengan dihelatnya festival pencak silat. “Saya apresiasi sekali sehingga kita akan bisa mempersiapkan atlet-atlet sejak dini karena mempersiapkan atlet itu tidak bisa ujug-ujug mendadak (instan), harus dilaksanakan secara bertahap. Ini terbukti hasil kita salah satu atlet kita meraih medali emas di Popnas XIV 2017 di Jawa Tengah. Ini sudah merupakan suatu ada titik-titik kemajuan,” papar Rumiah.


Karena itu, ia optimistis modal kebersamaan ini akan dapat mendatangkan gelar prestasi dari pencak silat pada PON mendatang. “Kalau waktu di PON XIX 2016 Jawa Barat, pesilat Banten baru menyumbangkan satu perunggu, saya punya keyakinan dengan kebersamaan eksekutif dan yudikatif yang ada di kita ini Insya Allah di PON XX 2020 Papua, medali emas juga akan disumbangkan oleh atlet-atlet kita dari pencak silat.

Ini sangat kita harapkan karena memang kita mempunyai satu sasaran utama di 2020 mengubah dari rangking 13 menjadi 10 besar. dan ini salah satunya nanti kita harapkan dari pencak silat bukan hanya satu medali emas, mungkin juga bisa memberikan lebih dari itu. harus kompak dan padu, insya Allah kalau kompak tidak ada yang tidak mungkin,” tegasnya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook