Jajal Sensasi 40 Jeram di Sungai Ayung Bersama Payung Rafting

syamsul Hadi   |   Wisata  |   Selasa, 03 April 2018 - 13:15:11 WIB   |  dibaca: 275 kali
Jajal Sensasi 40 Jeram di Sungai Ayung Bersama Payung Rafting

RAFTING: Wisatawan asyik menikmati pemandangan sambil rafting di Sungai Ayung, Banjar Begawan, Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar, akhir pekan kemarin. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Menikmati keindahan alam sambil melewati puluhan jeram di sungai, jadi tantangan menarik dilakukan di akhir pekan. Bila ingin mencobanya, Payung Rafting siap memfasilitasi, sekaligus mengajak menghabiskan hari menyusuri Sungai Ayung.

Mengayomi usaha lokal agar bisa berkembang dan mampu bersaing dengan pemilik usaha dari luar, menjadi salah satu impian dari pengusaha muda asal Payangan, Gianyar, I Made Sudariana, menekuni bisnis rafting. Dengan alasan itu pula,  nama usahanya juga diambil dari desa setempat, yakni Payung Rafting yang merupakan paduan dari  Payangan Ayung, yang kini menjadi wisata air dengan pemandangan yang sangat  indah di sekitarnya.
 

Mencari lokasinya tidaklah sulit, dikarenakan berada di pinggir Jalan Raya Payangan.  Jika dari Kota Denpasar, hanya memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Melintasi Patung Barong Batubulan lurus ke utara sekitar 20 kilometer, dan sebelum Pasar Payangan kiri jalan akan terpampang papan nama bertuliskan Payung Rafting. Kemudian masuk ke kiri hanya 500 meter saja, maka akan melihat pos keberangkatan rafting yang penuh dengan perahu karet dan peralatan rafting lainnya.  


Payung Rafting di  Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar tersebut, tidak hanya menyediakan wahana air saja. Namun, juga disuguhkan berbagai kuliner yang sungguh enak. Bahkan, semua menu dan pembuatnya adalah penduduk setempat yang diajak  mengembangkan usaha lokal.


Pemilik Payung Rafting, I Made Sudariana kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di rumahnya, akhir pekan kemarin,  mengatakan, niatnya ikut mengurangi pengangguran di desa sendiri dengan membuat usaha dengan modal awal seadanya. Bahkan, ia hanya menggunakan halaman belakang rumah sebagai tempat usahanya. Sedangkan untuk start rafting, ia akan mendrop wisatawan dengan kendaraan untuk kemudian diajak turun ke Sungai Ayung di Banjar Begawan, Melinggih Kelod,Payangan.


Sebelum melakukan aktivitas di sungai, lanjutnya, wisatawan  akan dipandu oleh satu orang pemandu, dengan kapasitas perahu karet berjumlah tujuh orang. Tentunya wisatawan akan dijelaskan bagaimana cara pemakaian alat pengaman yang sudah sesuai standar operasional. Bahkan, sampai cara evakuasi jika dalam keadaan darurat, semisal dalam perjalanan nanti ada kejadian yang tidak diinginkan.

Dikatakannya, di sepanjang perjalanan  wisatwan akan merasakan sejuknya air Sungai Ayung yang mengalir dengan tenang. Dalam perjalanan sekitar satu kilometer sudah mulai memasuki jeram yang membuat tantangan tersendiri. Selain pemandangan sawah dan timbulnya  pepohonan, dapat juga melihat tebing yang penuh ukiran dari alam, di samping menyaksikan  air terjun yang jatuh dari tebing.
 

“Air terjun dan tebing penuh ukiran inilah menjadi salah satu tempat favorit wisawatan berfoto,  Di samping indahnya pemandangan persawahan. Tidak disangkan bahwa di bawah ini seperti surga dunia, apalagi  kicauan burung dari pepohonan yang ada di sepanjang sungai,” jelas pria alumni Arsiterktur Unud ini.


Sudariana menjelaskan, sepanjang perjalanan hanya menghabiskan waktu sekitar tiga jam. Dua jam di sungai, dan satu jamnya lagi beristirahat sambil menikmati makanan yang telah disajikan secara prasmanan. Sedangkan jarak tempuh dari start menuju finish sekitar satu kilometer, dengan melewati 40 jeram yang tingginya rata-rata satu meter. “Jaraknya hanya sekitar satu kilometer, finishya di Desa Kedewatan. Selanjutnya wisatawan akan dangkut kembali ke pos awal untuk mandi, istirahat, dan makan," urainya.


Wisatawan akan diajak menikmati makanan khas Payangan, juga betutu dan nasi goreng.
Diakuinya, kalau di sungai itu  lintasannya beda, ada yang jeram dan ada juga bebatuan. Sehingga, terasa sangat lama sekali di air, di samping  juga ada pos-pos untuk spot foto saat bermain air di sungai.
Ditambahkannya, Payung Rafting juga menjadi tempat yang cocok untuk menjaga kekompakan dalam suatu organisi maupun dalam rekan kerja. Rafting bisa berjalan lancar, lanjutnya, berkat semua penumpangnya punya tujuan yang sama, bagaimana menghindari bebatuan, rintangan yang ada, menepi dengan aman dan selamat, kerja kompak dan saling membantu sama lainnya.
“ Makanya sering yang melakukan rafting  dari salah satu organisasi dan perusahaan. Di samping pemandangannya indah, juga bisa melatih kekompakan dan kerjasama tim,” ungkap Sudariana. 

(bx/gek/yes/JPR)

Profil syamsul Hadi

syamsul Hadi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook