Optimalisasi PAD Bisa Ciptakan Kemandirian Daerah

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 05 April 2018 - 12:20:53 WIB   |  dibaca: 263 kali
Optimalisasi PAD Bisa Ciptakan Kemandirian Daerah

PEMAPARAN : Dr Rahman Mulyawan (kiri) dan Utuy Setiadi menjadi pembicara seminar nasional di STISIP Banten Raya, Rabu (4/4).

PANDEGLANG - Kemandirian keuangan daerah adalah seberapa besar suatu daerah dalam membiayai pemerintahannya dibanding dengan dana transfer. Salah satu cara untuk menciptakan kemandirian keuangan daerah dengan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).


"Harusnya setiap tahun dana transfer dari pusat ke daerah itu semakin kecil, jika sebaliknya itu menandakan pemerintah daerah belum mandiri," ujar pengamat keuangan daerah UNPAD, Dr Rahman Mulyawan saat menjadi pembicara pada seminar nasional 'Membangun Kemandirian Keuangan Daerah Melalui Peningkatan Pendapatan Asli Daerah' di Kampus STISIP Banten Raya di Pandeglang, Rabu (4/4) siang.


Ia menerangkan, sedikitnya ada lima cara melakukan optimalisasi PAD. Optimalisasi itu adalah inovasi, kreatifitas, pelayanan publik,  intensifikasi, dan ekstensifikasi. "Inovasi itu harus out of the box, artinya tidak hanya berpaku pada aturan. Kemudian juga pemerintah daerah harus memiliki kreatifitas untuk mengoptimalkan PAD," bebernya.


Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kabupaten Pandeglang, Utuy Setiadi yang menjadi pemateri seminar menjelaskan, pengelolaan pajak daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor : 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.  Kemudian Pemkab Pandeglang mengeluarkan Perda Nomor : 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.  "Dalam pengelolaan pajak juga ada negatif dan positifnya. Kajian kami ada beberapa jenis pajak yang dalam pengelolaannya biaya lebih besar dibanding apa yang didapat," terang Utuy.


Ia juga memaparkan data tren PAD dan rasio kontribusinya terhadap APBD Kabupaten Pandeglang dari TA 2015-2017. Kontribusi pajak daerah terhadap PAD TA 2015 sebesar 18,81 persen, TA 2016 berkurang menjadi 17,58 persen, dan TA 2017 sebesar 17,87 persen. "Dari tahun ke tahun peningkatan pajak daerah cukup kecil. Target pajak daerah tahun 2017 dari Rp 35,305 miliar naik menjadi Rp 39,148 miliar pada tahun 2018," ujar dia.


Ketua Pelaksana Seminar Bayu Nurohman mengatakan, seminar dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa sekaligus dosen terkait pentingnya optimlaisasi pendapatan daerah. “Materi yang disampaikan pemateri sangat berhubungan dengan kajian para mahasiswa STISIP. Mudah-mudahan dengan seminar ini pengetahuan peserta bertambah,” kata Ketua Jurusan Administrasi Negera STISIP Banten Raya ini diamini Ketua STISIP Banten Raya Dr Siswara. (muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook