Permen Dot Narkoba Diduga Marak

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 05 April 2018 - 12:39:33 WIB   |  dibaca: 293 kali
Permen Dot Narkoba Diduga Marak

SIDAK PERMEN L Petugas BNNK Cilegon melakukan Sidak di salah satu sudut Pasar Blok F Cilegon di Kalurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Rabu (4/3). Sidak permen dot dilakukan karena permen ini diduga mengandung narkoba.

CILEGON – Permen berbentuk dot bayi yang mengandung Narkotika jenis ampetamin diduga marak beredar dipasaran. Hal itu setidaknya tampak dari informasi media sosial dan banyaknya warga yang resah dengan informasi banyaknya permen dot mengandung Narkoba yang beredar di Kota Cilegon.

Atas situasi tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah pedagang di Pasar Blok F, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Rabu (4/4). Dalam sidak tersebut, anggota BNN Kota Cilegon mengambil 4 kardus permen dot dari beberapa pedagang untuk dijadikan sampel pengujian laboratorim di BNN Pusat.


"Giat hari ini (Kemarin-red) atas perintah langsung Kepala BBN Kota Cilegon (AKBP Asep M Jaelani-red) untuk melakukan Sidak dan mencari sampel permen dot yang diduga mengandung narkoba jenis ampetamin yang sedang marak di media sosial.

Hal ini juga karena banyak tuntutan dari masyarakat yang menanyakan permendot sejauh mana bahayanya dan apakah benar mengandung narkoba," kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat pada BNN Kota Cilegon Chandra Tikari Putranto kepada Banten Raya usai melakukan Sidak di Pasar Blok F Cilegon, Rabu (4/4).


Chandra mengungkapkan, sampel permen dot yang ditemukan sebanyak 4 kardus tersebut akan dikirim ke BNN Pusat untuk melakukan pengecekan laboratorium. "Diduga kandungannya adalah jenis ampetamin. Dampak dari kandungan jika dikonsumsi anak akan lebih aktif dan selesai aktif akan lesu karena efek dari ampetamin. Kami mencari sampel ini juga berdasarkan perintah dari BNN Pusat. Alhamdulillah saat Sidak kami dapat dan akan langsung kami berikan kepada BNN Pusat," ungkapnya.


Chandra menjelaskan, jika hasil laboraturium BNN Pusat positif mengandung jenisa narkoba, maka BNN Kota Cilegon akan mengusut tuntas peredaran permen tersebut. "Kami akan tunggu hasilnya, jika hasilnya positif mengandung jenis narkoba maka kami akan usut tuntas sampai keakar-akarnya dan ini jelas pidana," jelasnya.


Chandra menuturkan, meski belum diketahui secara pasti apakah mengandung narkoba atau tidak. BNN Kota Cilegon menganjurkan kepada warga khususnya orang tua untuk melarang anak-anak mengkonsumsi permen tersebut.

Sebab, selain belum ada kepastian mengadung narkoba tau tidak, dalam kemasan tidak tertera segel atau tanda dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jika permen tersebut aman dikonsumsi. "Kalau dilihat dari kemasannya saja tidak ada tanda dari BPOM jelas secara kandungan berbahaya.

Kami harap orang tua berperan penting untuk melakukan pencegahan terhadap anak-anak untuk tidak jajan sembarangan. Harus teliti jika tidak ada tanda dari BPOM jangan pernah dikonsumsi dan harus dilarang. Sebab, dari sisi kesehatan sudah pasti berbahaya," tuturnya.


Sementara itu, salah satu pegadangan yang disita makanannya oleh BNN, Ayumi mengaku kaget dengan adanya Sidak yang di lakukan oleh BNN Kota Cilegon dan atas kejadian tersebut menjadi pelajaran untuk lebih selektif dalam menjual berbagai dagangan. "Kami tidak mengetahui dan kaget jika ada permen yang kami dagangkan diduga mengandung narkoba. Tentu kami kan lebih selektif lagi menjual makanan, khususnya jajanan anak-anak," ucapnya. (uri)  

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook