Banjir SD Kependilan Perlu Segera Ditangani

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 05 April 2018 - 13:48:11 WIB   |  dibaca: 334 kali
Banjir SD Kependilan Perlu Segera Ditangani

BERULANG : Banjir di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kependilan, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang kembali berulang setelah sehari sebelumnya juga terendam hingga beberapa centimeter, Rabu (4/4).

CILEGON - Penanganan banjir di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kependilan, Kecamatan Jombang dinilai mendesak. Pasalnya, sekolah tersebut sudah berkali-kali terendam banjir dalam beberapa bulan terakhir.

Pantauan Banten Raya, Rabu (4/4), banjir kembali melanda SD Negeri Kependilan setelah adanya hujan deras pada Rabu dinihari. Banjir yang terjadi mengakibatkan siswa Kelas 6 SD Negeri Kependilan yang menjadi peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 harus melepas alas kaki dan mengerjakan soal latihan di ruangan yang lantainya penuh air. Sementara, untuk siswa kelas 2 sampai lima terpaksa dipulangkan lantaran ruang kelas terendam banjir setinggi mata kaki.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Abdul Ghoffar mengatakan, penanganan banjir di sekolah dinilai mendesak. Jika tidak segera ditangani, tentu menggangu proses belajar mengajar yang akan berdampak pada dunia pendidikan di Kota Cilegon. "Harus segera dicari solusinya, penyebabnya apa? Apakah karena faktor lingkungan atau apa? Kalau faktor lingkungan tentu harus ada peran dari Lurah atau Camat sekalu pemerintah setempat," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Ghoffar menjelaskan, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon juga sudah harus memikirkan, apakah sekolah tersebut masih layak atau tidak. Jika masih layak, perlu ada penanganan jangka panjang agar banjir tidak terulang. "Kalau memang sudah tidak layak bisa direlokasi, itu harus dipikirkan dari sekarang," jelasnya.


Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Jombang Wandi Wahyudin  mengatakan, SD Negeri Kependilan memang sudah langganan banjir dalam dua tahun terakhir. Banjir tersebut diakibatkan oleh saluran drainase yang menyempit akibat pembangunan perumahan warga di sekitar SD. Ia mengaku, penanganan banjir di SD Negeri Kependilan sudah mendesak, agar tidak ada lagi proses belajar mengajar yang terganggu.


"Dalam jangka panjang penanganan banjir itu bisa saja untuk peninggian ruang kelas, atau relokasi. Kalau untuk jangka pendek itu paling memperbesar saluran air. Warga pemilik tanah di belakang sekolah sudah ada yang bersedia kalau saluran air dari sekolah dibesarkan, karena tanah di belakang milik warga," jelasnya.


Wandi menuturkan, akibat banjir tersebut, proses kegiatan belajar mengajar terganggu. Bukan hanya SD Negeri Kependilan, di Kecamatan Jombang juga ada SD Negeri Masigit yang rawan banjir. "Namun, SD Masigit sekarang sudah tidak banjir setelah kita tangani beberapa waktu lalu," tuturnya.


Sementara itu, salah satu siswa SD Negeri Kependilan, Abas mengaku banjir yang merendam sekolahnya sangat mengganggu proses belajar. Apalagi, dirinya sedang menjalani latihan USBN. Ia berharap, agar segera ada penanganan dari pemerintah. "Ini banjir, jadi kita tidak pakai sepatu, cukup mengganggu," ucapnya. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook