Warung Kecil Jadi Sasaran Uang Palsu

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 06 April 2018 - 10:48:42 WIB   |  dibaca: 212 kali
Warung Kecil Jadi Sasaran Uang Palsu

JANGAN TERKECOH : Lembaran uang palsu pecahan Rp50.000 dari para pelaku yang berhasil ditangkap dalam gelar kasus di Mapolres Serang Kabupaten, Kamis (5/4).

SERANG - Tiga pelaku pengedar uang palsu pecahan Rp50 ribu di wilayah Serang, Cilegon dan Pandeglang, yakni Har alias Ari (36), Tar (24), dan ME alias Endi (48) dibekuk Satuan Reskrim Polres Serang. Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan barang bukti 227 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu.


Kasatreskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung mengatakan, terungkapnya sindikat perederan uang palsu bermula dari tertangkapnya tersangka Tar saat berbelanja di sebuah warung kelontongan di daerah Sukajadi, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang pada 31 Maret 2018. Dari tangan tersangka, diamankan dua lembar upal pecahan Rp50 ribu.


"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat terkait peredaran uang palsu ini di daerah Kragilan. Kemudian kita langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka Tar saat membelanjakan uang palsu itu," katanya kepada Banten Raya saat ekspose di Mapolres Serang, Kamis (5/4).


Menurut Gogo, dari penangkapan Tar, polisi melakukan pengembangan mengejar pelaku lainnya. Dari pengembangan itu, polisi kembali mengamankan tersangka Har saat nongkrong di warung tahu goreng tidak jauh dari rumahnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang pada 1 April 2018."Dari tersangka Har ini kita mendapatkan barang bukti sebanyak 225 lembar upal pecahan Rp50 ribuan atau senilai Rp11,3 juta," ujarnya.


Tidak puas sampai di situ, Gogo kembali mengejar pelaku lainnya, ME warga Lingkungan Gudang, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Dari tersangka, diamankan satu bungkus kertas tipis yang diduga sebagai material upal serta lem kertas. "Kertas itu diduga sebagai bahan untuk pembuatan uang palsu," jelasnya.


Dari hasil pemeriksaan, pelaku sudah mengedarkan uang palsu sejak dua bulan terakhir, dengan total uang yang telah tersebar sekitar Rp70 juta di wilayah Serang, Cilegon dan Pandeglang. "Dari keterangan ME kertas itu didapat dari seseorang yang ditemui di sekitaran Jakarta Barat. ME kemudian merekatkan dua kertas itu menggunakan lem. Kertas yang sudah terekat itu kemudian diserahkan kembali kepada pemberi kertas untuk dicetak dijadikan upal," ungkapnya.


Setelah menjadi uang palsu, uang itu kembali diserahkan kepada ME untuk dijual kembali kepada tersangka Har. Untuk uang palsu Rp10 juta dijual Rp2 juta uang asli atau sepertiga dari uang asli. "Kasus ini masih kita kembangkan, karena para tersangka masih kita mintai keterangan," jelasnya.


Sementara itu, Har mengaku uang palsu itu dibeli dari tersangka Har. Saat ditangkap di rumahnya, dia masih menyimpang uang palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak Rp11,35 juta. Uang tersebut dibeli secara bertahap sejak bulan Desember 2017 hingga Maret 2018. "Uangnya dibelanjakan dia (tersangka Har). Nanti uang kembaliannya diserahkan lagi ke saya," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook