Sekali Batuk, 10 Orang Tertular Tuberculosis

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 06 April 2018 - 11:02:59 WIB   |  dibaca: 70 kali
Sekali Batuk, 10 Orang Tertular Tuberculosis

BLUSUKAN : Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi meninjau rumah warga di kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, dalam sosialisasi TB, Kamis (5/6). Rumah warga yang lembap dan minim ventilasi bisa menjadi tempat penularan tuberculosis.

CILEGON - Satu tahun terakhir ditemukan 1.300 kasus tuberculosis (TB) di Kota Cilegon. Dari jumlah itu, sebanyak 90 persen penderita yang mendapat penanganan rutin. Penderita TB diobati dengan metode directly observed treatment short-course (DOTS).

Penyakit TB sering dianggap enteng oleh masyarakat. Pengobatan tidak dilakukan dengan segera, teratur, dan sampai sembuh total. Bahkan, sering kali penderita TB berhenti minum obat jika sudah merasa enak badan.


Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, selama 2017, pihaknya akan terus menekan TB dengan program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).
“Ciwandan menjadi pilot project untuk menekan TB di Cilegon,” kata Edi, Kamis (5/4).


Ia menginginkan, program penanganan TB di Kota Cilegon dilakukan oleh semua kalangan masyarakat. Peran masyarakat, industri, dan pemerintah harus bersinergi dalam menanggulangi TB. “Agar, di Cilegon TB ini bisa terus berkurang. Kalau tidak berkurang sangat berbahaya, satu penderita TB bisa menularkan ke 10 orang lainnya, dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani serius,” jelasnya.


Edi menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon sudah melakukan kebijakan nyata dalam mengurangi TB. Salah satunya dengan pembebasan biaya berobat bagi penderita TB. Di Indonesia, ada sekitar 2 juta warga yang mengidap TB. “Semoga ini terus berkurang, kalau ada yang batuk tidak sembuh-sembuh segera ke dokter di puskesmas maupun RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Cilegon, pengobatannya gratis,” tambahnya.   


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Arriadna mengatakan, DOTS merupakan program pemerintah pusat untuk menanggulangi TB. Penderita mendapat paket obat dari puskesmas maupun rumah sakit. Penderita harus minum obat dengan diawasi anggota keluarga sampai tuntas.


TB merupakan penyakit menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk. Air ludah penderita terhirup oleh orang yang kekebalan tubuhnya lemah.


”Faktor lingkungan menentukan penularan seperti kepadatan penduduk tinggi sehingga udara lembap dan pencahayaan matahari minim, serta rumah minim ventilasi,” jelas Arriadna.
Dinkes terus menyosialisasikan penyakit TB ke warga. Banyak penderita yang pengobatannya tidak maksimal karena kurang disiplin.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala tuberkulosis. “Sosialisasi terus kami lakukan. 90 persen penderita TB tahun lalu yang sudah kita obati juga tingkat kesembuhannya sudah mencapai 85 persen. Kalau tingkat kesembuhan sudah mencapai 85 persen, kesempatan untuk menulari ke orang lain cukup kecil,” ujarnya.


Ditambahkan Arriadna, di Cilegon juga ada 16 pengidap multi drug resistant tuberculosis (MDR-TB) tahun lalu. MDR-TB tersebut, penderita TB yang dinilai sudah parah. "Kalau MDR-TB bisa menularkan ke lebih 10 orang. makanya kita sangat serius tangani MDR-TB. Saat ini, tinggal sekitar delapan pengidap MDR-TB, karena ada yang sembuh ada juga yang dalam proses penyembuhan meninggal dunia," katanya. (gillang)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook