Perilaku Buruk Anak Dipengaruhi Lingkungan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 06 April 2018 - 14:23:30 WIB   |  dibaca: 71 kali
Perilaku Buruk Anak Dipengaruhi Lingkungan

SOSIALISASI : Kepala Dinsos Kota Cilegon Abadiah memebrikan sambutan dalam acara sosialisasi di Aula GSG Kecamatan Jombang, Kamis (5/4).

CILEGON – Pertumbuhan anak dari sisi sikap atau prilaku yang buruk sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat tempat mereka bersosialisasi dan bergaul. Sebab, anak-anak adalah mahluk yang sangat mudah mencontoh dan meniru segala perilaku orang.

"Jika di lingkungan keluarga orang tua hanya memberikan perintah tanpa mencontohkannya maka anak-anak juga tidak akan mau mengikuti perintah tersebut. Orang tua hanya menyurus solat dan mengaji sementara ibu dan bapaknya tidak memberi contoh, maka anak juga tidak akan mau.

Dimasayrakat atau disekolah tempat mereka bersosialisasi bergaul dengan anak-anak yang nakal maka pasti anak akan mudah mengikutinya," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Abadiah kepada Banten Raya usai melakukan sosialsiasi perlindungan anak terhadap bentuk-bentuk pekerjaan buruk anak di Aula Gedung Serba Guna Kecamatan Jombang, Kamis (5/4).


Abadiah menjelaskan, selain faktor lingkungan ada beberapa faktor lain yang menentukan anak berperilaku tidak baik seperti kurangnya pendidikan, kurangnya pengawasan keluarga, perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah. "Faktornya banyak, namun sepertinya yang paling dominan adalah persolana lingkungan. Untuk itu, diperlukan pengawasan atau proteksi yang terhadapa aktifitas anak setiap harinya. Disamping juga keluarga harus harmonis, diusahakan dalam keluarga selalu berkumpul untuk berdiskusi," jelasnya.


Abadiah mengungkapkan, sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Nomor 23/2002 Tentang Perlindungan Anak, anak harus mendapatkan hidup yang layak dan kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan dan perawatan kesehatan harus terpenuhi dengan baik.

Sebab, jika hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh orang tua maka orang tua bisa dianggap mentelantarkan anak dan melanggar UU Nomor 23/2002. "Dalam mendidik anak tidak boleh ada kekerasan, karena jika hal tersebut dilakukan hukum sekarang itu tidak pandang bulu akan menindak dan memprosesnya. Disamping juga segala hak anak harus bisa terpenuhi dengan baik sebagai mana hak dalam UU," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kota Cilegon Suherman mengatakan, di Kota Cilegon sudah ada dua kasus tentang kekerasan anak, pertama kasus kekerasan dan sudah diproses secara hukum dan berikutnya adalah kasus penelantaran anak. Hal tersebut terjadi karena pola asuk anak yang salah. Atas dasar itu, berangkat dari kasus yang sudah terjadi maka Dinas Sosial melakukan kegiatan sosialisasi sebagai sarana meminimalisir kekerasan dalam anak.


 "Kasusnya sudah dua kali terjadi dan kami (Dinsos Kota Cilegon-red) tangani. Untuk itu, dalam rangka mencegah kasus berkembang di Kota Cilegon kami mengadakan sosialisasi, semoga dengan sosialisasi para peserta yang terdiri dari pegawai kelurahan, tokoh mayarakat dan warga bisa paham dan mengarti baik sisi pencegahan atau penangannnya nanti," terangnya. (uri)

 


 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook