Program SAUM Perlu Dikaji Serius

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 07 April 2018 - 11:11:15 WIB   |  dibaca: 155 kali
Program SAUM Perlu Dikaji Serius

SEPI : Sejumlah angkutan umum terparkir di Terminal Seruni, Jumat (6/4). Pemkot Cilegon berencana membuat program SAUM sebagai sarana angkutan umum massal berdampingan dengan angkot.

CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mempunyai program Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Program SAUM juga sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. Akan tetapi, beberapa pihak meminta kajian untuk program SAUM tersebut tidak tergesa-gesa atau terburu-buru.


Program SAUM yang akan melayani angkutan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon dinilai membutuhkan kajian lebih mendalam. Pasalnya, jalur JLS merupakan jalur industri yang saat ini ramai lalu lintas barang, bukan lalu lintas penumpang.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Abdul Ghoffar mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemkot Cilegon tidak buru-buru dalam pengadaan bus dan sheltar untuk program SAUM. Kajian harus lebih matang lagi, agar program yang didanai APBD 2018 dengan nilai miliaran rupiah tersebut tidak sia-sia.

"Kalau dibilang tidak ada akivitas, salah juga. Di JLS itu, aktivitasnya di bidang bisnis dan perdagangan. Tapi masing-masing dari mereka rata-rata pakai kendaraan sendiri. Bahkan, ada yang menggunakan jasa antar jemput karyawan menggunakan bus perusahaan. Begitu juga untuk pariwisata ke Anyer, rata-rata wisatawan menggunakan bus pariwisata dari luar kota yang di carter," katanya kepada Banten Raya, Jumat (6/4).

 

Menurut Ghoffar, Pemkot Cilegon diminta untuk merencanakan ulang tentang trayek SAUM yang melalui JLS Kota Cilegon. Apalagi, pada APBD 2018 ini telah dianggarkan pembangunan empat shelter bus dengan nilai Rp 1,9 di JLS. "Shelter kan berarti siap menampung banyak penumpang. Nah kalau di JLS, siapa yang akan jadi penumpangnya," tuturnya.


Dijelaskan Ghoffar, ada baiknya program SAUM diprioritaskan terhadap kebutuhan masyarakat paling mendesak. Ia mencontohkan, jalur-jalur sekolah yang belum dilalui angkutan umum, bisa untuk dibuka jalur angkot baru. "Saya juga kurang setuju kalau unit yang nanti dibeli adalah bus. Saya lebih setuju jika itu seperti angkot, kemudian trayeknya melalui sekolah-sekolah di pelosok. Sampai sekarang ada beberapa sekolah di sejumlah daerah yang belum dilintasi angkot. Misalnya SMAN 3 di Cikerai, Cibeber, atau SMK 3 Purwakarta," jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ia menambahkan, jaringan jalan yang melalui jalur sekolah belum terlayani Angkutan Kota (Angkot). "Jangan sampai, program SAUM berjalan, tapi penumpang sepi dan beban operasional kendaraan kan cukup besar juga, kalau tidak ada penumpang kan sayang," tambahnya.


Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, jalur JLS merupakan bagian dari Koridor trayek I SAUM. Nantinya, akan  ada enam koridor untuk trayek SAUM. "Koridor I itu Sub Terminal Seruni – JLS – Ciwandan, jadi daerah itu memang menjadi bagian dari trayek SAUM,” ungkapnya.


Ditambahkan Andi, pihaknya akan membangun empat shelter bus di petengahan 2018 ini. Namun Andi enggan menjelaskan titik-titik pembangunannya. “Kalau titik-titiknya, PPTK yang lebih tahu. Empat titik itu ya di JLS," katanya.


Andi menerangkan, program SAUM, merupakan terbosan Pemkot Cilegon menyediakan angkutan umum massal dengan fasilitas yang memadai dan kendaraan yang baik. Perlahan, Ia berharap warga Cilegon yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi saat beraktifitas untuk beralih ke angkutan umum. "Program SAUM jug akan terintegrasi dengan program Ciseparang (Cilegon – Serang – Pandeglang – Rangkasbitung) milik Provinsi Banten," terangnya.


Saat ini, lanjut Andi, lelang dua unit bus untuk SAUM sudah dilakukan Rp 2,5 miliar. Namun, belum ada kepastian waktu pengoperasian. "Kalau jalur sekolah yang belum terlayani angkot saat ini kita akomodir, ke depan bisa saja jaringan jalan yang belum terlayani angkot kita buka trayek baru untuk menyambungkan daerah-daerah di pelosok Kota Cilegon," katanya. (gillang)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook