Penyelenggara Pemilu Harus Bebas Narkoba

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 07 April 2018 - 11:17:43 WIB   |  dibaca: 169 kali
Penyelenggara Pemilu Harus Bebas Narkoba

TES URINE : Anggota Panwaslu Kota Cilegon memberikan sambutan dimulainya tes urine oleh BNN Kota Cilegon, Jumat (6/4).

CILEGON – Sebanyak 67 anggota Panitia Pengaweas Pemilihan Umum (Panwaslu, dari Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) se-Kota Cilegon melakukan tes urine, Jumat (6/4).

Hal itu dilakukan dalam rangka memastikan seluruh penyelenggara pengawas bebas terhadap narkoba sesuai dengan Peraturan Badan Pengawa Pemilu (Perbawaslu) Nomor 19/2017 dan juga Undang-Undang (UU) Nomor 7/2017 Tentang Pembentukan, Pemberhentian dan Pergantian Antar Waktu (PAW) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).


"Kegiatan ini (Tes urine-red) untuk anggota Panwascam dan PPL lewat kerjasama Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kota Cilegon dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Cilegon. Hal ini dilaksanakan dalam rangka memastikan anggota Panwascam dan PPL bebas dari pengaruh narkoba.

Sebab, belum lama ini Panwaslu Kota Cilegon melakukan rekrutmen terhadap Panwascam dan PPL," kata Ketua Panwaslu Kota Cilegon, Siswandi kepada Banten Raya usai memberikan sambutan dalam acara tes urine bagi anggota Panwascam dan PPL di kantor Panwaslu Kota Cilegon, Jumat (6/4).


Siswandi menjelaskan, dengan adanya tes urine maka bisa membuktikan anggota tidak terkena norkoba, sehingga dalam kerja pengawasan bisa maksimal dan bisa lebih tuntas menjalankan pengawasan. "Kerja Panwas ini melakukan pengawasan. Untuk itu dibutuhkan kesehatan jasmani dan rohani, artinya anggota panwas harus bebas narkoba. Terlebih lagi sebagai pengawas penyelenggaraan pemilu harus mampu menjaga integritas dan kredibilitas," jelasnya.


Siswandi mengungkapkan, dalam proses tes urine jika ditemukan ada anggota yang positifi mengginakan narkoba, maka Panwaslu memberikan petimbangan untuk melakukan pemberhentian terhadap anggota tersebut.

 "Jika ada yang positif maka akan ada pertimbangan bahkan pemberhentian yang kami lakukan. Sebab, sebagai penyelenggara tugas negara maka tugas panwas sangalah berat dibutuhkan fokus dan energi atau kesehatan jasmani dalam menunjang aktifitasnya. Untuk itu, anggota Panwas harus bebasa dari narkoba," ungkapnya.


Sementara itu, Staf Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNN Kota Cilegon, Nunung Nurhayati menerangkan, hasil tes urine tersebut akan langsung diserahkan kepada Panwaslu Kota Cilegon. Seandainya terdapat anggota panwas yang positif dalam tes urine tersebut, maka BNN Kota Cilegon akan melakukan proses pengusutan.

"Jika hasilnya ada yang positif kami akan proses, kami akan telusuri secara terperinci. Hal ini sesuai dengan aturan minimal dengan adanya temuan tersebut akan menjadi penelusuran awal BNN melakukan penelusuran lebih dalam lagi," terangnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook