SDN 1 Bojongleles Tergusur

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 09 April 2018 - 11:53:46 WIB   |  dibaca: 262 kali
SDN 1 Bojongleles Tergusur

TERGUSUR : Kepala SDN 1 Bojong Leles Suheri menunjukkan patok tanda pembangunan jalan tol di jalaman sekolahnya di Kampung Pancur, Desa Bojongleles, kecamatan Cibadak, kemarin. Pihak Sekolah ingin penggusuran dilakukan setelah ada bangunan sekolah baru yang tak jauh dari lokasi lama.

LEBAK- SDN 1 Bojongleles, di Kampung Pancur, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak sebentar lagi bakal tergurus. Itu karena sekolah tersebut terkena proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.


Menurut Kepala SDN 1 Bojongleles Suheri, proyek tol menghabiskan lahan berikut bangunan gedung sekolahnya. “Akibat kena proyek tol, mau tak mau sekolah harus pindah. Namun kita tak tahu kemananya,” kata Suheri, kemarin.


Menurut Suheri, sebelum dibangunkan gedung baru sebagai pengganti sekolah, pihaknya tidak akan mengizinkan pihak pelaksana proyek membongkar atau menggsur bangunan sekolah. Berdasarkan kesepakatan, bangunan lama dibongkar ketika sudah tersedia bangunan baru.


“Jika gedung baru belum tersedia maka kami akan mempertahankan sekolah tidak dibongkar. Bukan maksud kami menolak dan tidak setuju, tapi ini berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar anak didik jangan sampai terbaikan,” katanya.


Suheri berharap, pembongkaran dilakukan setelah bangunan baru selesai dibangun, kemudian lokasinya tidak jauh dari sekolah sekarang ini. “Kami berkeinginan gedung baru tidak jauh dari sekolah lama. Kebetulan di belakang ada lahan kosong seluas 6 hektare, jadi sebaiknya di situ aja,” katanya.


Lahan tersebut, merupakan tanah bengkok milik Desa Kaduagung Timur. Sekali pun milik Desa Kaduagung Timur, namun lokasinya berada di Kampung Pancur, Desa Bojongleles. “Jadi sangat cocok, karena kami menginginkan kalau pun pindah tidak sampai ke luar dari Kampung Pancur. Kami bersedia dipindahkan tapi masih di Kampung Pancur,” katanya.


Suheri berpendapat, keinginannya itu tidak bermaksud menyulitkan atau menghalangi proyek pemerintah. Menurutnya, hal tersebut menjadi keinginan semua warga sekolah. “Kalau dipindah jauh dari Kampung Pancur, besar kemungkinan sekolah akan mengalami kekurangan siswa. Sebab dari 330 orang, sebesar 85 persen berasal dari Kampung Pancur,” katanya.


Suheri berharap, keinginannya dapat direalisasikan karena menyangkut kegiatan belajar mengajar anak supaya dapat belajar dengan tenang dan nyaman. “Untuk itu kami minta sekolah supaya dipindah ke tanah bengkok desa saja,” katanya.


Camat Cibadak Rahmat menuturkan, terkait kepindahan sekolah menjadi tanggung jawab dari pihak pelaksana proyek pembangunan jalan tol. "Mudah-mudahan saja keinginan sekolah pindah menempati tanah bengkok desa bisa direalisasikan. Tinggal bagaimana nanti hasil koordinasi dengan pemilik lahan yakni Desa Kaduagung Timur,” katanya.


Terkait lahan, bila memang statusnya milik aset desa bisa dihibahkan dan bisa dijual. Hal itu tergantung dari hasil keputusan musyawarah. “Tapi yang pasti, sekolah tidak akan dibongkar sebelum ada bangunan baru sebagai pengganti,” katanya. (purnama)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook