Warga Lebak Utara Desak Penambangan Pasir Parung Sari Ditutup

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 09 April 2018 - 11:58:32 WIB   |  dibaca: 670 kali
Warga Lebak Utara Desak Penambangan Pasir Parung Sari Ditutup

PERSIAPAN DEMO : Pengurus paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara bersama aktivitas Kumala mengelar rapat, Sabtu (7/4).

RANGKASBITUNG- Paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara bersama Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) berencana melakukan aksi unjuk rasa ke halaman Pemkab Lebak, Senin (9/4).

Mereka membawa tuntutan beberapa tuntutan yang akan disampaikan kepada Pemkab Lebak, salah satunya yakni harus segera menutup aktivitas penambangan pasir di Kampung Kopi, Desa Parung Sari, Kecamatan Sajira.


Ketua Paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara Topan Mugini yang ditemui Banten Raya saat rapat musyawarah rencana aksi demontrasi di Madsarah Diniyah Parungsari, Sabtu (7/4) malam, mengungkapkan bahwa akibat aktivitas penambangan pasir di Kampung Kopi sangat menggangu masyarakat.

Truk tronton yang mengangkut pasir basah maupun over tonase, kini merusak jalan raya di Desa Parungsari serta jalan nasional Rangkasbitung Sajira, serta Jalan Raya Sajira-Cipanas. Oleh karena itu, agar kondisi  keruskan jalan tidak semakin parah, pihaknya akan melakukan demo untuk mendesak Pemkab Lebak agar segara menutup paksa aktivitas penambangan pasir di Kampung Kopi.


“Selain menutup paksa penambangan di Kampung Kopi, kami mendesak agar truk angkutan pasir basah maupun over tonase dilarang untuk melintasi jalan raya milik kabupaten, provinsi maupun nasional yang ada di Lebak,” ujar Topan.


Hari Khadafi, mantan aktivis Kumala menembahkan, dana untuk memperbaiki jalan raya yang berstatus milik kabupaten, provinsi maupun berstatus nasional tentu sangat mahal. Maka dari itu, karena angkutan pasir merupakan salah satu penyebeb kerusakan pada jalan raya tersebut, pemkab harus berani mengambil tindakan tegas.


“Pajak atau retribusi penambangan pasir kami yakin tidak sebanding dengan biaya perbaikan jalan. Maka dari itu, karena keberadaannya merusak jalan raya maupun lingkungan hidup, maka penambangan pasir yang berada di Kampun Kopi lebih baik ditutup saja,” tegas Haris Khadafi.


Anggota DPRD Lebak Abay Zaenudin Arsudin yang juga turut hadir dalam rapat musyawarah tersebut menegaskan bahwa pihaknya sangat setuju bila pemkab melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas penambangan pasir di Kampung Kopi. Sebab akibat keberadaan penambangan pasir di Kampung Kopi, maka selama ini pula truk tronton yang menjadi angkutannya, merusak keberadaan jalan raya di sekitar Sajira.


“Kami kira aspirasi paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara maupun pihak Kumala ini penting, silakan sampaikan sebaik-baiknya kepada pihak pemkab. Dan kepada pihak pemkab sendiri, kami harapkan aspirasi paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara serta Kumala ini harus mampu diakomodir,” harap Abay.


Menanggapi hal itu, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Pembangunan Pemkab Lebak Budi Santoso belum bisa mengomentarinya, karena menurutnya belum tahu apa yang akan disampaikan dalam aski demo tersebut.


“Saya sudah mendengar informasi bila paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara akan melakukan aksi demo ke pemkab. Namun ketika saya diminta tanggapannya, maka belum bisa menjawabnya karena saya harus tahu dulu apa yang akan disampaikan pada demonya nanti,” kata Budi. (hudaya)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook