SMPN 1 Mancak Disegel Ahli Waris

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 10 April 2018 - 11:36:41 WIB   |  dibaca: 112 kali
SMPN 1 Mancak Disegel Ahli Waris

SEKOLAH DISEGEL : Haris (keempat dari kiri) pria yang waris sebagaian tanah SMPN 1 Mancak menyegel pintu gerbang SMPN 1 Mancak, Senin (9/4).

SERANG – SMPN 1 Negeri Mancak disegel seorang warga bernama Haris yang mengaku sebagai ahli waris dari sebagian lahan yang ditempati bangunan sekolah tersebut. Penyegelan yang dilakukan pada pukul 07.12 WIB itu membuat para siswa dan dewan guru tidak bisa masuk kelas. Padahal, siswa akan melaksanakan ujian nasional.  Selain itu, penyegelan sekolah juga menjadi perhatian warga yang kebetulan lewat.


Beruntung penyegelan sekolah tersebut tidak berlangsung lama setelah anggota kepolisian dari Polsek Mancak beserta pihak sekolah dan aparatur desa melakukan mediasi dengan ahli waris, yang kemudian ahli waris bersedia membuka kembali pintu gerbang sekolah yang disegelnya. Selanjutnya para siswa dan dewan guru yang sudah menunggu sekitar 30 menit menunggu langsung masuk ke ruang kelas untuk melaksanakan UN.


Dedi Waldi, salah seorang warga Mancak mengaku kaget dan menyayangkan penyegelan sekolah yang dilakukan oleh Haris. Padahal permasalahan tersebut bisa dibicarakan dengan pihak sekolah. “Sebagai warga saya menyayangkan dan mengecam tidakan penyegelan ini, terlebih sekarang anak-anak mau melaksakan UN. Tadi (kemarin-red) langsung dibuka lagi setelah ada mediasi,” kata Dedi, saat ditemui di lokasi, Senin (9/4).


Dedi mengaku tidak mengetahui persis permasalahan yang terjadi antara pihak yang menyegel dengan pihak sekolah, namun menurut infomasi yang berkembang dimasyarakat, Haris menggugat sebagian tanah yang digunakan sekolah tersebut karena merasa sebagian tanahnya adalah haknya. Padahal, orang tua Haris bernama Husnul telah menghibahkan tanahnya untuk digunakan bangunan sekolah.


“Informasi yang berkembang, Pak Husnul sudah menghibahkan tanahnya ke pemerintah dengan catatan dia bisa bekerja di sekolah ini, terus Pak Husnul diterima kerja di sekolah ini, tapi anak-anaknya mengaku tidak pernah menghibahkan tanahnya. Padahal waktu tanah dihibahkan menurut orang-orang tua di sini, Haris itu masih anak-anak dan belum tahu apa-apa,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala SMPN 1 Mancak Julheni membenarkan adanya penyegelan yang dilakukan seorang warga bernama Haris pada saat anak-anak mau masuk kelas. “Iya tadi ada penyegelan, tapi kita langsung mediasi dengan yang menyegel, Alhamdulillah sekarang siswa sudah bisa melaksanakan UN enggak tau besok mah. Kita akan koordinasi dengan dinas seperti apa penyelesaiannya,” ujar Julheni.


Ia mengaku tidak mengetahui jika sekolahnya akan disegel. “Saya kurang tahu persis permasalahannya seperti apa. Enggak ada konfirmasi juga ke kita kalau mau disegel, enggak tahu kalau ke pihak ke polisian mah. Untuk lebih lanjutnya biar dinas pendidikan yang menyelesaikan. Mudah-mudahan bisa secepatnya diselesaikan biar anak-anak tenang UN-nya,” harpnya.


Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Sarjudin menantang pihak ahli waris agar permasalahan tersebut diselesaikan di pengadilan. “Kalau disegel lagi kita bongkar lagi segelnya, kenapa tidak. Dia kan mengklaim, itu kan tanah sekolah, kalau mau menggugat silahkan ke pengadilan, kalau dia menang kita bayar. Itu kan sudah puluhan tahun digunakan oleh sekolah,” ujar Sarjudin.


Ia memastikan, Pemkab Serang memiliki dokumen terkait kepemilikan tanah yang digunakan SMP 1 Mancak tersebut, diantaranya yaitu dokumen hak guna bangunan (HGB). “Itu ngaku-ngaku saja, tanah itu sudah dijual sama orang tuanya.

Sekarang dia tidak mau ke pengadilan, karena enggak mungkin menang, cuman waktu itu ada janji dari dinas katanya mau membayar dan dia nuntut janji itu.  Yang digugat kecil sekitar 1.000 meter dari luas tanah 6.000 meter,” ungkapnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook