Tangsel dan Kota Tangerang Dilirik Australia

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 10 April 2018 - 11:44:12 WIB   |  dibaca: 91 kali
Tangsel dan Kota Tangerang Dilirik Australia

PEMBAHASAN : Wakil Walikota Tangsel Benyamin Danvie (kanan) berbincang saat rakor dengan pemerintah pusat, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, dan Pemkot Tangerang, kemarin.

TANGSEL - Salah satu perusahaan Australia melirik Kota Tangsel dan Kota Tangerang. Di kedua wilayah itu investor ingin menanamkan investasi tempat pengolahan sampah plastik menjadi solar. Salah satu investor ini akan membuka empat titik untuk mengolah sampah plastik.


Kemarin, Pemkot Tangsel menggelar rapat kordinasi (Rakor) dengan pemerintah pusat, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Pemkot Tangerang, di Ruang Rapat Anggrek, Balai Kota Tangsel, Ciputat.


Pertemuan ini membicarakan rencana perusahaan Australia yang berminat membuka pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Yepi Suherman mengatakan, pembahasan itu merupakan yang ketiga. Sebelumnya digelar di pemerintah pusat.


Berdasarkan analisanya, kata Yepi, Kota Tangsel dan Kota Tangerang dilirik oleh perusahaan Australia, karena Kota Tangsel memang sangat aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat.


“Kedua memang Kota Tangsel sedang gencar-gencarnya mencari solusi untuk memecahkan persoalan sampah yang ada. Dua kemungkinan inilah akhirnya pemerintah pusat berkomunikasi untuk bisa diterapkan di Kota Tangsel atau Kota Tangerang,” kata Yepi.


Kendati pertemuan sudah berjalan ketiga kali, kata Yepi, namun belum menyatakan siap bersedia, baik Kota Tangsel maupun Kota Tangerang.Dua kota ini masih membahas dan melakukan perundingan, karena apa yang ditawarkan dari perusahaan Australia harus bisa bermanfaat untuk Kota Tangsel ataupun Kota Tangerang. Misalnya, kata Yepi, perusahaan Australia butuh lahan seluas 2 hektar, sementara Tangsel lahannya sudah sempit menjadi pertimbangan Kota Tangsel.


“Sebetulnya jika memang lahannya ada, mereka inginya cepat jika memang sudah siap, dua bulan sudah mulai persiapan FS dilanjut dengan DED setelah menentukan titik lokasi. Pengerjaan memakan waktu selama sembilan bulan sehingga 2019 bisa digunakan,” tambah Yepi.


Tangsel, kata Yepi, pada dasarnya sangat tertarik, hanya saja jangan hanya sampah plastik yang diolah, tapi juga sampah orgranik.Akhirnya muncul gagasan bagaimana jika Kota Tangerang juga bisa mengirimkan sampah plastik ke Tangsel untuk mencukupi target pengolahan di empat titik masing-masing 50 ton per hari, sedangkan organik sampah Tangsel dikirim ke Kota Tangerang.


“Satu mesin atau satu titik tempat kapasitasnya 50 ton perhari, sedangkan satu ton sampah plastik mampu menghasilkan 1.063 liter solar. Kami memberikan gagasan bagaimana jika sampah organik bisa dikirim ke Kota Tangerang dan Kota Tangerang bisa kirim yang plastik ke Tangsel,” bebernya.


Hanya saja di Kota Tangerang ada kebijakan tidak boleh menerima sampah dari luar wilayahnya. Akhirnya, ada saran jika memang terealisasi dapat di rumah atau direvisi perda yang mengatur tentang sampah. Sehingga dapat menerima sampah organik dari Tangsel dan bisa mengirim sampah plastik ke Tangsel.


Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan, pada dasarnya pengolahan sampah mau cara apapun sepakat, yang terpenting sampah dapat diselesaikan persoalannya. Mau tidak mau, lanjutnya, pengolahan sampah harus menggunakan alat atau teknologi supaya habis.


“Kami pemerintah daerah menanti kebijakan aturan pusat supaya bisa terkorelasi dengan kebijakan pemerintah daerah. Tujuanya untuk menyelesaikan persoalan sampah karena masing-masing daerah memiliki regulasi berbeda-beda soal penanganan sampah,” ujar Benyamin.


Ditambahkan, Kota Tangerang tak ingin persoalan yang sama sudah ada tempat pengolahan sampah plastik hanya saja tidak termaksimalkan. Untuk itu tak ingin terulang kembali setelah membangun tidak digunakan yang akhirnya mubadzir. (*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook