Sarana dan Prasarana SMK Tanggung Jawab Bersama

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 10 April 2018 - 13:39:08 WIB   |  dibaca: 190 kali
Sarana dan Prasarana SMK Tanggung Jawab Bersama

DISKUSI : Mendikbud Muhadjir Effendy (kiri) diskusi dengan salah seorang kepala sekolah saat melakukan kunjungan belum lama ini.

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa sarana dan prasarana belajar mengajar di SMK merupakan tanggung jawab bersama.
SMK merupakan satuan pendidikan di bawah dinas pendidikan provinsi.


Namun pemerintah pusat juga membantu penyediaan sarana dan prasarana terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selain itu Mendikbud mengimbau agar kepala sekolah dan komite sekolah proaktif mencari sumber pembiayaan lain.


Mendikbud mendorong kepala sekolah agar tidak menggantungkan bantuan pemerintah, namun juga menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Mendikbud mengajak seluruh komponen sekolah menjaga fasilitas yang ada di sekolah."Menjaga kebersihan fasilitas sekolah merupakan tanggung jawab bersama, mohon kerja bakti terus digalakkan," ajak Muhadjir.


Sebelumnya, Mendikbud memberikan apresiasi kepada dunia usaha yang telah mengambil peran dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Lebih jauh, Mendikbud mengajak mereka memberikan perhatian lebih kepada daerah 3T.


"Terima kasih kepada pihak-pihak yang menunjukan komitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Saya berpesan untuk turut memperhatikan sekolah-sekolah yang ada di wilayah 3T," kata Mendikbud.


Mendikbud mengakui, kesenjangan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) antara para siswa di daerah perkotaan dengan siswa di daerah 3T sangat lebar. Peran semua pihak, termasuk DUDI, untuk mempersempit tingkat kesenjangan tersebut. "Jangan sampai yang pintar semakin pintar, yang tertinggal semakin tertinggal," pesan Muhadjir.


Untuk mempersempit kesenjangan tersebut dibutuhkan juga kerja sama semua pihak dan kebijakan yang lintas kementerian dan lembaga. "Di daerah 3T tersebut, tidak hanya Kemendikbud yang berperan, mereka perlu infrastruktur jalan, perlu listrik, perlu internet yang harus diselesaikan bersama," tambah mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut. (*/satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook