Zakat dan Infak UPTD Pendidikan Anjlok

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 11 April 2018 - 11:34:27 WIB   |  dibaca: 23 kali
Zakat dan Infak UPTD Pendidikan Anjlok

SALURKAN BEASISWA : Bupati Rt Tatu Chasanah berdialog dengan salah satu siswa SD pada acara pendistribusian beasiswa siswa SD di lapangan Tennis Indoor, Pemkab Serang, Selasa (10/4).

SERANG – Penerimaan dana zakat infak sadaqah (ZIS) yang masuk ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang pada triwulan pertama tahun 2018 tercapai Rp1,8 miliar atau naik dari tahun 2017 yang hanya tercapai Rp1,5 miliar. Kenaikan itu karena adanya setoran infak khusus untuk pembangunan rumah layak huni sebesar Rp273 juta. Sedangkan kenaikan ZIS sendiri yaitu sebesar Rp19 juta.


Sedangkan untuk penerimaan ZIS dari unit pengumpul zakat (UPZ) UPTD Pendidikan mengalami penurunan dan sangat memprihatinkan, karena pada Januari dan Februari terhenti dan tidak ada pemasukan sama sekali, setelah adanya kasus operasi tangkap tangan (OTT) di UPTD Pendidikan Kecamatan Kopo pada 2017 lalu oleh satuan tugas (Satgas) Saber Pungli yang sedang melaksanakan pembangunan gedung PGRI.


“Pada Januari 2018 ada setoran dari UPTD sebesar Rp10 juta dan pada Februari ada setoran dari UPTD Kecamatan Lebak Wangi sebesar Rp5 juta, baru pada Maret ini ada beberapa UPTD yang mulai melaksanakan zakat dan infak.

Jadi dari UPTD pada awal 2018 betul-betul anjlok,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich pada acara distribusi dana zakat untuk beasiswa siswa-siswi SD, di lapangan Tennis Indoor, Pemkab Serang, Selasa (10/4)."Untuk penyaluran beasiswa SD pada tahun 2018 ini yaitu sebesar Rp609 juta yang dialokasikan untuk 1.015 anak dari 612 SD. Per anak Rp600 ribu,” tuturnya.


Bupati Serang Rt Tatu Chasanah membenarkan, persoalan yang terjadi di PGRI Kecamatan Kopo berdampak pada peneriman zakat dan infak serta sadaqah untuk rutilahu yang masuk ke Baznas. “Ini sedang dikomunikasikan oleh dinas pendidikan untuk menyampaikan ke mereka (para guru-red) supaya tidak memiliki kehawatiran yang berlebihan. Tadi (kemarin-red) Pak Ketua (Wardi Muslich-red) menyampaikan ZIS turun karena separuh ASN di Kabupaten Serang kan guru,” ujar Tatu.


Ia menjelaskan, dana ZIS yang masuk ke Baznas peruntukannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang kurang mampu, untuk para siswa, dan untuk pemilik rutilahu. “Kita juga ada zakat dari pengusaha rekanan pemda yang sudah secara ikhlas membayar zakat dan  sudah berjalan lama. Tapi katanya ada imbauan dari pemerintah pusat, tapi saya akan melihat dulu apakah imbuan atau larangan, karena ini kebijakan lokal yang tidak dipaksakan,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook