DBPR Lakukan Pemetaan Wilayah

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 11 April 2018 - 11:44:15 WIB   |  dibaca: 33 kali
DBPR Lakukan Pemetaan Wilayah

BINTEK : Suasana bintek Pemetaan Ruang yang digelar DBPR Kota Tangsel, di Aula Kecamatan Setu, Selasa (10/4).

TANGSEL - Guna menghasilkan informasi ke ruangan yang lebih rinci dengan kondisi aktual yang terjadi di lapangan, Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan pemetaan wilayah.


Kepala Bidang Tata Ruang DBPR Kota Tangsel, Toni Suwandi mengatakan, untuk mewujudkan pemetaan partisipatif dibutuhkan peran serta masyarakat, sebab merekalah yang mengetahui betul batas administrasi yang lebih rinci. Dengan menggunakan sitem one map policy, yaitu kebijakan satu peta. Dalam satu peta tersebut memuat berbagai informasi dan dapat digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan.


“Kita kan lagi buat peta yang lengkap. Nantinya semua dinas maupun instansi akan menggunakan satu peta. Jadi kalau ngomong titik A, lokasi banjir, bencana bisa floting di peta. Pada saat dikasih ke dinas nggak geser karena petanya satu. Kalau sekarang kan belum one map policy, masih menggunakan peta sendiri-sendiri jadi berebeda,” terang Toni usai Bimbingan Teknis (bimtek) Pemetaan Ruang di Aula Kecamatan Setu, Selasa (10/4).


Dalam peta tersebut akan menghasilkan perencanaan data tata ruang yang rinci dengan data yang valid, seperti pemetaan batas RW, penanaman jalan lingkungan, termasuk gang, pemetaan sarana dan prasarana dasar yang meliputi sarana pendidikan, kesehatan, pemerintahan, taman dan fasos-fasum.


“Kita pengen peta yang satu ini betul-betul lengkap mulai dari nama-nama jalan, gang, karen kaidah pemetaan minimal 2 meter ada namanya. Jadi, nanti tidak hanya memudahakan untuk mencari lokasi tapi juga perencanaan pembangunan. Misalkan diusulkan perencanaan pembetulan jalan, untuk memudahkan mengidentifikasi dan pengusulan kegiatan yang akan datang," katanya.


Maka dari itu, DBPR mengundang perwakilan dari setiap keluarahan untuk melakukan pemetaan di wilayahnya masing-masing. “Masyarakat disini terlibat dalam menyusun peta yang akurat serta detail. Kita meminta mereka ngeplot batas-batas RW dan nama-nama fasilitas,” bebernya.


Pemetaan partisipatif, lanjut Toni, bisa dinikmati oleh masyarakat Tangsel pada anggaran perubahan. Sebab saat ini, masih dalam pengkajian.“Bisa menggunakan di APBD perubahan, soalnya kita lupa menganggarkan di murni. Nantinya peta-peta ini akan digfigura diberikan ke seluruh kelurahan, kecamatan dan semua dinas di Pemkot Tangsel. Dan kami berikan soft copy yang sangat berguna untuk perencanaan pembangunan,” ungkapnya.


Bimtek Pemetaan Ruang akan dilakukan di tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangsel. Dengan adanya bimtek ini maka semua warga Tangsel bisa ikut berpartisipasi dalam pembuatan peta partisipatif.


Ibni Sabil, narasumber daalam bimtek tersebut, menjelaskan, pemetaan pastisipatif merupakan salah satu metode yang menempatklan masyarakat sebagai pelaku pemetaan wilayahnya. Sekaligus juga akan menjadi penentu perencanaan pengembanagan wilayah mereka sendiri.


“Karena masyarakat yang hidup dan bekerja di tempat itulah yang emmiliki pnegetahuan mendalam mengenai wilayahnya. Jadi, harapannya dengan melibatkan masyarakat peta dapat dibuat secara lengkap dan akurat. Baik yang mengangkut sejarahm tata guna lahan, pandangan hidup dan harapan masa depan atau rencana,” kata perwakilan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengtahuan Alam Universitas Indonesia. (*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook