Pemprov Diminta Benahi Jalan Rusak

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 11 April 2018 - 13:23:04 WIB   |  dibaca: 136 kali
Pemprov Diminta Benahi Jalan Rusak

DISKUSI : Bupati Irna Narulita berdialog dengan Gubernur Wahidin Halim dan Plt Walikota Cilegon Edi Ariasi usai Musrembang RKPD di Kota Serang, kemarin.

PANDEGLANG - Program yang diajukan oleh Kabupaten Pandeglang tidak jauh dengan apa yang difokuskan oleh Provinsi Banten. Menurut Bupati Irna Narulita, program yang diajukan masih tetap Infrastruktur karena masih ada jalan provinsi dan kabupaten yang kondisinya masih rusak.


"Utang kami untuk jalan kabupaten masih ada 31 persen lagi yang masih rusak, itu berada di wilayah zona 4, 5, dan 6. Saya harap jalan provinsi juga segera diselesaikan karena Gubernur Banten juga sudah menyatakan siap," kata Bupati Irna Narulita usai menghadiri acara Musrenbang RKPD Provinsi Banten tahun 2019, Selasa (10/4) di Ultima Horison.


Bupati berharap, jalan provinsi yang ada di Kabupaten Pandeglang dapat segera dibangun. Selama ini kata Irna, masyarakat mengeluhkan kondisi jalan itu kepada Pemkab Pandeglang padahal kewenangannya ada di Provinsi Banten. "Masyarakat tidak ingin mengetahui jalan itu kewenangan siapa yang penting jalan ibu bagus. Untuk itu, kita ingin bagi tugas dengan provinsi agar permasalahan jalan ini dapat terselesaikan," ucap Irna Narulita.


Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutan musrembang RKPD mengatakan, masih banyak infrastruktur jalan yang rusak, sarana pendidikan dan masyarakat yang belum terakomodir oleh jaminan kesehatan. Untuk itu, kata Gubernur,  infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan jadi program primadona untuk penganggaran tahun 2019 di Provinsi Banten.

"Kurang lebih ada 169 Km jalan dalam keadaan rusak, 4.200 lokal ruang kelas rusak,  dan 2 juta masyarakat Banten belum tercover olah badan pelayanan jaminan kesehatan. Hal inilah yang membuat kami akan fokus menyelesaikannya pada tahun 2019," kata Gubernur.


Menurut WH, tahun ini  Pemprov Banten akan menganggarkan pembangunan jalan sepanjang 100 Km. Kata dia, permasalahannya saat ini yang terjadi yaitu kesiapan aparatur dalam pelaksanaan lelang proyek yang dilakukan. "Kita baru mulai Maret-April baru ada pelelangan. Ini memang lambat, kemarin kita ditegur penyerapan cukup rendah triwulan pertama 12 persen oleh DPRD Prov Banten,"  ungkapnya. (*/muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook