Jumlah TPS Bakal Tambah 529

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 11 April 2018 - 14:08:50 WIB   |  dibaca: 377 kali
Jumlah TPS Bakal Tambah 529

SIBUK : Ketua Divisi Program dan Data pada KPU Kota Cilegon, Rudi Hartono sibuk menyiapkan materi bimtek, di kantornya, Selasa (10/5).

CILEGON – Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Cilegon pada Pemilu 2019 nanti diprediksi akan mengalami penambahan. Jika sebelumnya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur 2017 jumlahnya 662 TPS, maka pada Pemilu 2019 nanti bertambah naik 91 persen atau bertambah 529 menjadi 1.191 TPS.

Kepala Divisi Program dan Data pada KPU Kota Cilegon, Rudi Hartono menyampaikan, kenaikan tersebut diakibatkan adanya pengurangan jumlah maksimal pemilih per-TPS. Pada Pilkada 2017, jumlahnya maksimal 800, maka pada Pemilu 2019 dibatasi 300 Pemilih.

“Berdasarkan aturan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 itu batasan pemilih di TPS jumlahnya 500, sementara di PKPU (Peraturan KPU) itu maksimal 300 pemilih. Hal ini dilakukan untuk mengevisiensikan waktu pemungutan dan penghitungan suara di masing-masing TPS,” kata Rudi kepada Banten Raya, Selasa (9/5).


Ia melanjutkan, sebanyak 1.191 TPS tersebut diprediksi akan terus mengalami peningkatan, sebab data pemilih akan dilakukan pemutakhiran atau pencocokan dan penelitian oleh Panitia Pemutakhiran Daftar Pemilih (Pantarlih). “Kami sedang menugaskan PPS (Panitia Pemungutan Suara) untuk melakukan pemetaan TPS, sepertinya diprediksi akan bertambah,” imbuh pria berkepala pelontos in.

Ketua KPU Kota Cilegon, Fatullah menerangkan, untuk meminimalisasi potensi bertambahnya jumlah TPS dari 1.191, KPU Kota Cilegon telah membatasi jumlah maksimal dari 300 pemilih menjadi 250 pemilih, sehingga warga yang masuk dalam pemilih tambahan tidak lagi dipindah ke TPS yang jaraknya jauh dari lokasi alamat tinggalnya.“Jika ada pemilih tambahan maka tidak dipindah ke TPS yang letaknya jauh, kalau sudah diberikan spase 50 pemilih tinggal dimasukan saja ke TPS tersebut,” terangnya.


Fatullah mengungkapkan, dengan adanya pengurangan jumlah pemilih di dalam TPS itu diharapkan penyelenggara bisa fokus dalam melakukan sosialisasi kepada pemilih. Disamping itu, waktu tunggu saat melakukan pemungutan juga bisa diminimalisir. Hal tersebut membuat malas warga untuk datang memilih di TPS. Dengan adanya pengurangan jumlah pemilih di TPS diyakinkan pertisipasi akan meningkat.

“Bayangkan dengan kertas suara yang kurang lebih berjumlah 5 lembar jika dalam TPS jumlahnya 800, maka antrean nyoblosnya jam berapa, warga pasti malas untuk datang dan memilih. Namun dengan dikurangi maka kami yakin partisipasi juga akan tinggi,” ungkap pria berkumis tebal. (uri)

 

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook