Beras Jawara Serang Diluncurkan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 12 April 2018 - 14:23:30 WIB   |  dibaca: 253 kali
Beras Jawara Serang Diluncurkan

COBA DULU : ASN di lingkungan Pemkab Serang makan bersama dengan beras Jawara, Rabu (11/4).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bersama Komunitas Penggilingan Padi dan Beras Mandiri (KPPBM) Kabupaten Serang melakukan penandatanganan memorandum of understunding (MoU) terkait penggunaan beras petani oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serang. Pada kesempatan itu Pemkab Serang melaunching beras Jawara Serang (Jaseng) yang nantinya digunakan para ASN.


Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, penggunaan beras petani lokal jenis premium itu untuk memutus mata rantai distribusi, sehingga beras petani langsung sampai kepada konsumen.

“Barusan (kemarin-red) kita melaunching beras yang dihasilkan oleh petani kita. Berasnya kita namakan beras Jaseng. Tadi (kemarin-red) kita makan bareng dan nasinya enak dan pulen,” kata Tatu, di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Rabu (11/4).


Dengan dilaunchingnya beras Jaseng itu, para ASN di lingkungan Pemkab Serang diimbau membeli beras yang didistribusikan KPPBM ke Koperasi Gemah Ripah itu. “Jadi semua ASN setiap bulannya membeli beras dari petani. Upaya lain yang akan kami lakukan nanti MoU-nya dengan RSPD (Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara), karena di sana dibutuhkan beras yang cukup banyak untuk pasien,” ujarnya.


Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Dadang Hermawan mengatakan, tahap awal penggunaan beras petani oleh ASN hanya untuk pejabat eselon II sampai eselon IV terlebih dahulu. “Ini uji coba dulu, apakah diterima atau tidak beras petani kita. Harapannya, dengan adanya kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi para petani padi di Kabupaten Serang. Jadi yang diimbau tidak semua ASN dulu,” katanya.


Dadang mengungkapkan, saat ini Kabupaten Serang kelebihan produksi padi sampai di angka 80 ton pertahun dengan luas lahan yang ada yaitu 48.100 hektar. “Kalau kebutuhan beras untuk ASN kita cukup besar melihat jumlah ASN yang ada yaitu 10.230 lebih. Permasalahan kita selama ini apabila musim panen banyak pedagang dari luar seperti Karawang, Jawa Barat yang mengambil gabah kita. Makanya dengan MoU ini beras kita tidak keluar,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala Pemasaran KPPBM Kabupaten Serang Anis Fuad mengatakan, untuk tahap awal, MoU dengan Pemkab Serang melalui Koperasi Gemah Ripah yaitu sebanyak 10 ton. “Sistemnya kita mengirim per bulan ke koperasi, mungkin ke depan bisa diangka 50 ton per bulan tergantung permintaan pemda. Kalau dari kita berapapun siap mensuplai. Untuk pengirimannya sekaligus 10 ton,” kata Anis.


Namun demikian, pihaknya berharap pembayaran oleh koperasi dilakukan dengan cara cash sehingga dananya bisa digunakan untuk membeli gabah lagi dari petani. “Kalau kita kan kelompok penggilingannya, berasnya tetap dari petani. Untuk pembayaran maksimal ada toleransi tiga hari setelah pengiriman. Untuk harga mengikuti harga pasar. Untuk sementara ini kita MoU di angka Rp11 ribu per kilogram,” ungkapnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook