BPS Bedah Investasi di Banten

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 12 April 2018 - 14:59:20 WIB   |  dibaca: 525 kali
BPS Bedah Investasi di Banten

PAPARAN : Kepala Bappeda Banten Hudaya Latuconsina paparan saat sosialisasi penyusunan disagregasi, Rabu (11/4).

SERANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten berencana melakukan penyusunan disagregasi pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Dalam pelaksanaannya, lembaga penyaji data tersebut akan melakukan survei secara detail terkait nilai investasi yang ada di Banten.


Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebeno mengatakan, jika berbicara produk domestik regional bruto (PDRB), maka itu tak akan lepas dari sejumlah aspek. Selain aspek pengeluaran masyarakat, ada juga aspek pengeluaran keluarga dan pemerintah serta investasi yang kini menjadi fokus BPS.
 
“Ini (investasi) lah yang akan dilakukan pendataan lebih detail dan kita koordinasi dan sosialisasikan pada kegiatan hari ini (kemarin),” ujarnya di sela-sela acara koordinasi dan sosialisasi penyusunan disagregasi PMTB Provinsi Banten, di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Rabu (11/4).


Agoes menjelaskan, pendataan investasi yang akan dilakukan nantinya akan mencakup dari hulu ke hilir. Data yang disajikan nantinya akan menyimpulkan besaran investasi dan dampak terhadap pendapatan daerah hingga penyerapan tenaga kerja.

“Kali ini menghitung investasi, misalnya kan presiden membuat tol, itu kira-kira investasinya berapa? Kemudian menghitung pendapatan negara. Banten juga bikin Tol Serang-Panimbang, itu kira-kira investasinya mendongkrak mendapatan kita berapa? Investasi di Banten juga nomor 3 se-Indonesia, tapi tidak diimbangi daya serap tenaga kerja, kita akan data juga,” katanya.


Meski demikian, Agoes sudah memprediksi proses pendataan tidak akan berjalan dengan mudah. Sebab saat ini sebagian industri seolah antipati dengan program yang dijalankan BPS karena belum memahami manfaatnya.
 

“Makin ke sini adanya reformasi makin resisten, menolak kedatangan petugas kami itu makin tinggi. Kalau misal dulu industri (yang menjadi) responden sekitar 90-an, sekarang menjadi sekitar 70-an. Makannya kami gelar sosialisasi agar tidak ada penolakan lagi. Kami juga undang pelaku pendidikan dan ulama, karena di situ ada pesantren yang juga masuk kategori investasi,” ungkapnya.


Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Banten Hudaya Latuconsina mengatakan, selayaknya ketika berbicara investasi tidak hanya soal meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya. Investasi yang ditanamkan juga harus bisa memengaruhi angka pengangguran dan kemiskinan. “Jangan hanya sekadar modal tinggi tapi tidak menghadirkan masyarakat untuk terlibat. Bukan hanya menyediakan kesempatan kerja tapi menjalin kerja sama, misalnya dengan pelaku usaha kecil masyarakat,” tuturnya.


Mantan Penjabat Bupati Serang ini mencontohkan, kerja sama investai modal besar dan masyarakat bisa dilakukan terhadap kegiatan yang mendukung usaha besar.

“Sekelas Krakatau Steel (KS) atau mungkin Krakatau Posco, menghasilkan logam. Tapi minimal saat menggulung lempengan logam ini membutuhkan pelaku usaha kecil untuk kawat pengikatnya misalnya. Ini harus dibangun langkah seperti itu. Menyinergikan proses bisnis yang besar terhadap proses usaha ekonomi masyarakat yang tentu saja modalnya kecil,” jelasnya.


Seperti diketahui, berdasarkan perda nomor 5 tahun 2017 tentang rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi Banten tahun 2010-2030, lingkup wilayah terbagi dalam WKP (wilayah kerja pembangunan) I, II dan III.
 
Untuk WKP I meliputi Kabupaten/Kota Tangerang, dan Tangsel. WKP I ini diarahkan untuk pengembangan kegiatan industri, jasa, perdagangan, pertanian, permukiman atau perumahan dan pendidikan.
 
WKP II meliputi Kabupaten/Kota Serang dan Cilegon, yang diarahkan untuk pengembangan kegiatan pemerintahan, pendidikan, kehutanan, pertanian, industri, pariwisata, jasa, perdagangan dan pertambangan.


Sedangkan WKP III meliputi Pandeglang dan Lebak yang diarahkan untuk pengembangan kegiatan kehutanan, pertanian, pertambangan, pariwisata, kelautan, perikanan, industri dan perkebunan. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook