Depan Kebun Bunga, Belakang Buah Naga

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 13 April 2018 - 11:02:48 WIB   |  dibaca: 167 kali
Depan Kebun Bunga, Belakang Buah Naga

DIPENUHI TANAMAN : Salah seorang guru SMK Pertanian menunjukkan tempat praktek siswa bertanam dan bertani di sekitar sekolah, belum lama ini.

SERANG - Minat siswa untuk sekolah di pertanian mungkin tidak sebanyak siswa yang bersekolah di jurusan lain, seperti jurusan teknik mesin, teknik industri dan jurusan lainnya.

Jika kita melintasi Jalan Raya Serang Cilegon, kita akan melewati sebuah bangunan yang pagarnya berwarna kuning di sebelah kanan jika kita dari arah Serang, tepatnya di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Bangunan tersebut merupakan satu-satunya sekolah pertanian di Banten.


Sekolah tersebut sebelumnya milik Pemkab Serang, namun sekitar 2016 lalu sekolah tersebut pengelolaannya diambil alih Pemprov Banten. Sekolah yang memiliki siswa kurang lebih 450 itu pernah mau dipindah ke Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.


Saat Banten Raya berkunjung ke sekolah tersebut pukul 10.00 WIB, para siswa sedang istirahat, karena jam mata pelajaran pertama sudah habis. Ada pemandangan yang berbeda pada halaman sekolah tersebut. Di sana banyak jenis tananam, seperti bunga anggrek, mawar, sayur mayur, buah-buahan dan juga tanaman lainnya.


Semua jenis tanaman tersebut tidak lain merupakan hasil praktek siswa dari teori yang didapatnya dari ruang kelas. Sehingga sekolah menjadi terlihat indah. “Iya sekolahnya banyak tanaman, itu hasil praktek siswa, di bagian belakang ada kebun buah naga yang sudah siap untuk dipanen,” ujar Neneng Surtini, Wakahumas SMK Pertanian, belum lama ini.


Neneng menuturkan, sekolah tersebut tidak hanya terfokus dalam bidang pertanian, namun beberapa tahun yang lalu sekolah tersebut membuka jurusan lain, seperti jurusan administrasi perkantoran, teknologi pengolahan hasil pertanian, agribisnis produksi pertanian, teknik mesin, dan jurusan teknik listrik.


“Saat pertama dibuka, jurusan teknik mesin dan teknis yang daftar melebihi yang dibutuhkan yaitu per kelas 25 orang untuk tiga ruang kelas. Kalau untuk jurusan pertaniannya peningkatannya tidak begitu banyak. Makanya kita buka jurusan teknik mesin dan jurusan yang lainnya,” paparnya. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook