Korban Tewas Ditikam di Jantung

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 13 April 2018 - 11:09:59 WIB   |  dibaca: 880 kali
Korban Tewas Ditikam di Jantung

REKA ADEGAN : Pelaku (bertopeng) melakukan reka adegan pembunuhan terhadap santri Al-Qomar di tempat kejadian perkara, Kamis (12/4). Dari rekonstruksi ini diketahui bahwa korban tewas setelah ditikam pisau di jantungnya.

SERANG- AH (18), tersangka pembunuhan AR (17) santri Pondok Pesantren Al-Qomar Lingkungan Cibebek, Cipocok Jaya, Kota Serang menjalani rekonstruksi di lokasi kejadian, di Kampung Cibebek, Jalan Mayabon, Banjarsari, Kecamatan Cipocokjaya, Kamis (12/4). Dengan memakai topeng, AH memperagakan 13 adegan saat melakukan aksi kejahatannya, sesuai berita acara pemeriksaan (BAP).


Reka ulang itu dihadiri dan disaksikan aparat dari Polsek Cipocok Jaya, petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, dan pihak keluarga korban maupun masyarakat sekitar. Rekonstruksi dimulai dari pertemuan antara AH dan AR di Kampung Cibebek, Jalan Mayabon. Di sana pelaku mengambil pisau dapur yang telah diselipkan di pinggangnya, kemudian menikam ke dada kiri korban hingga membuat santri Ponpes Al Qomar jatuh tersungkur.

Dalam reka ulang itu juga, terlihat dua orang santri Al-Qomar yang menjadi saksi kasus pembunuhan itu. Di sana, kedua santri itu sempat membantu korban yang sudah tergeletak karena luka parah di bagian dadanya.

Paman korban, Pendi, mengaku sengaja datang ke lokasi untuk melihat rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan pelaku terhadap keponakannya AR. Dalam rekonstraksi itu, pihak keluarga cukup kesal terhadap pelaku yang tega membunuh hanya gara-gara ketersingungan perempuan."Iya tadi sekitar jam 9 pagi rekonstruksinya. Mohon bantuanya untuk mengawal kasus ini, dia (korban) masih keluarga saya," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Pendi berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terhadap keponakannya itu. Apalagi keluarga pelaku hingga saat ini tidak pernah ada itikad baik kepada keluarga korban. "Korban ini punya keluarga bukan binatang, masa sampai saat ini tidak ada satu pun keluarga pelaku yang datang ke rumah untuk minta maaf," katanya.

Kapolsek Cipocok Komisaris Polisi (Kompol) Ucu Syarifullah menjelaskan, rekonstruksi pembunuhan santri Ponpes Al-Qomar yang terjadi pada 17 Maret 2018 itu berjalan lancar. Dalam reka ulang diketahui, selain luka bagian dada korban, kedua telapak kaki korban juga mengalami luka parah karena terseret di aspal."Kaki korban luka parah karena terseret di aspal saat pelaku membawa korban ke rumah sakit, mungkin karena panik jadi pelaku tidak menyadari kalau kaki korban terseret," katanya.


Diberitakan sebelumnya, gara-gara saling olok urusan pacar, AR (17) warga Pulomerak, Kota Cilegon meninggal dunia setelah ditikam AH (18) warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Aksi brutal tersebut terjadi di Jalan Mayabon, Kelurahan Banjar Sari, Kecamatan Cipocok, Kota Serang pada Sabtu (17/3) malam sekitar pukul 22.00. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook