Janji WH-Andika Dinilai Hanya Fiksi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 April 2018 - 11:19:17 WIB   |  dibaca: 151 kali
Janji WH-Andika Dinilai Hanya Fiksi

TAGIH JANJI : Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Bela Rakyat (Geber) berunjuk rasa di depan KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang untuk menagih janji-janji WH-Andika, Kamis (12/4).

SERANG- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Bela Rakyat (Geber) berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (12/4). Unjuk rasa tersebut dilakukan untuk mengkritisi kinerja pasangan Gubernur Wahidin Halim (WH) dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy selama 11 bulan berjalan.


Dalam unjuk rasa itu, massa menuding pasangan WH-Andika tak mampu merealisasikan janji-janjinya. Mahasiswa mengibaratkan janji WH-Andika seperti fiksi atau pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran.


Pantauan Banten Raya, aksi mahasiswa gabungan dari berbagai organisasi ekstra UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten tiba di KP3B sekitar pukul 14.45. Di sana mereka menggelar aksi damai dengan duduk di akses jalan masuk KP3B dan bergantian berorasi dengan pengawalan aparat kepolian dan Satpol PP.
 

Koordinator aksi Helmi Fakih dalam orasinya mengatakan, meski WH-Andika sudah memimpin selama 11 bulan namun masyarakat Banten tetap harus menelan pil pahit. Sebab, hingga kini program pembangunan yang diklaim berorientasi pada rakyat masih saja jalan ditempat.“Dari sekian banyak kebutuhan dasar masyarakat Banten, mulai dari pendidikan gratis, kesehatan gratis dan pembangunan jalan, kini hanya harapan saja,” ujarnya.


Ia menuturkan, hal tersebut sangat berbeda dengan janji kampanye yang lantang disuarakan guna meyakinkan masyarakat untuk memilihnya. Akan tetapi, jani tersebut dinilai tak lebih dari cerita fiksi (rekaan atau khayalan) karena tak kunjung terbukti.“Janji kampanye tidak sesuai dengan realisasi. Kami minta Gubernur Banten untuk menghentikan cerita fiksi ini,” katanya.


Janji WH-Andika mewujudkan pegawai yang berintegritas juga tak lupa mereka kritik. Menurutnya, kebijakan rotasi mutasi pejabat eselon III dan IV yang digelar pada 6 April lalu tak mencerminkan hal tersebut. Ada beberepa pegawai yang tidak disiplin justru diberikan tempat atau jabatan.“Ini semua cuma wacana saja,” katanya.


Orator lainnya, Sobirin mengatakan, kepemimpinan WH-Andika tidak memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan masyarakat. Angka kemiskinan dan pengangguran terus bertambah, pendidikan gratis masih masuk kategori dogeng.“Kesehatan gratis, hanya bius saja, agar masyarakat memilih WH-Andika saat pemilihan. Perubahan hanya wacana saja,” paparnya.


Sobirin mempertanyakan keseriusan WH-Andika yang berkomitmen untuk memberantas korupsi. Menurut Sobirin, janji tersebut masih jauh dari harapan. Kalau pun memang dilakukan, maka harus diberitahukan kepada publik karena memang menjadi kewajiban pemerintahan transparan dengan hasil audit internal.

“Dari sekian persoalan rakyat jelas gubernur dan wakil gubernur banyak membangun cerita fiksi di provinsi. Janji kampanye bukan ilusi,” tegasnya.Kurang lebih 1 jam berunjuk rasa, tak ada satu pun perwakilan Pemprov Banten yang menemui massa. Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 16.00. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook