Program Kartu Tani Belum Optimal

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 13 April 2018 - 11:31:34 WIB   |  dibaca: 200 kali
Program Kartu Tani Belum Optimal

DIKIRIM : Mobil pengangkut pupuk bersubsidi yang dikirim Provinsi Banten untuk agen pupuk di Pandeglang, kemarin.

PANDEGLANG - Pembelian pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di Kabupaten Pandeglang belum berjalan maksimal. Hingga saat ini masih ada petani yang belum memiliki kartu tersebut. "Saya belum punya kartu itu. Biasanya, kalau beli pupuk urea di kios langsung bayar pakai uang pribadi (tunai_red)," kata Mansur, petani asal Desa Campaka, Kecamatan Kaduhejo, Kamis (12/4).


Mansur mengaku tidak mengetahui adanya program kartu tani yang dikeluarkan pemerintah. Dia menilai kartu itu hanya diberikan kepada para kelompok tani. Sehingga dia berharap program itu digunakan untuk umum. "Saya baru tahu kalau ada pupuk bersubsidi. Tapi mungkin saja pupuk itu hanya untuk kelompok tani, sementara saya tidak masuk sebagai anggota," katanya.


Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang, Widiatmoko menyatakan, agen penjual pupuk bersubsidi hanya dikhususkan untuk melayani pembeli yang memiliki kartu tani. Namun jika diluar itu agen sudah melanggar aturan. "Kalau mereka menjual ke orang yang tidak punya RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) atau kartu tani tidak boleh, dan melanggar. Toko pupuk itu sudah punya nama masing-masing kelompok tani," terangnya.


Widiatmoko mengaku belum bisa memberikan sanksi kepada penjual pupuk bersubsidi yang menjual kepada masyarakat yang tidak memiliki kartu tani. "Selama ini belum ada sanksinya. Seharusnya mereka menjual sesuai kartu tani. Sudah ada distributornya masing-masing. Yang ditunjuk oleh provinsi dan pusat. Semua toko sudah terdata di masing-masing kecamatan," kilahnya.


Dia menjelaskan, hingga saat ini persediaan pupuk bersubsidi sudah mendapatkan pengawasan agar pupuk yang dikirim tepat sasaran dan tidak terjadinya pengendapan, baik pupuk orea maupun lainnya. “Dengan adanya pengawasan pupuk ditingkat kecamatan diharapkan pupuk bersubsidi ini betul-betul dapat memenuhi kebutuhan petani di lapangan,” jelasnya.


Menurutnya, pengawasan pupuk bersubsidi itu merupakan salah satu komponen produksi penting dan strategis di sektor pertanian yang harus dilakukan dengan harapan bisa dirasakan manfaatnya oleh petani. “Saya berharap pupuk yang diberikan untuk kelompok tani yang membutuhkan dapat dicapai ketahanan pangan yang berkelanjutan, dan hasil tanaman yang mereka panen dapat maksimal,” ujarnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook