Pemprov Diminta Tutup Tambang Pasir

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 13 April 2018 - 11:51:35 WIB   |  dibaca: 132 kali
Pemprov Diminta Tutup Tambang Pasir

DISKUSI : Suasana diskusi tentang polemik kebijakan pertambangan di auditprium Perguruan Muhamadiyah.

Organisasi Masyarakat (Ormas) Jaringan Relawan Untuk Masyarakat (Jarum) Lebak mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera menutup tambang pasir ilegal di Kecamatan Sajira, Cimarga dan Banjarsari. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Jarum Lebak, Nunung Hidayat Gebek dalam acara diskusi polemik kebijakan pertambangan di Auditorium Perguruan Muhamadiyah, Kecamatan Rangkasbitung, Kamis (12/4).


"Saya sebagai Ormas Jarum mendesak Pemprov Banten segera ambil tindakan tegas. Tutup tambang pasir yang tak berizin," kata Nunung kepada Banten Raya, kemarin.
Menurut Nunung, keberadaan tambang pasir banyak memberikan kemudharatan.

Jalanan tadinya bagus dalam waktu singkat menjadi rusak. "Yang jelas masyarakat dirugikan. Kita sebagai pengguna jalan dirugikan dipaksa menggunakan jalan rusak dan berlubang, tidak hanya tak nyaman tapi nyawapun terancam," tuturnya.


Dari hasil temuan dilapangan, tambah Nunung, perusahaan tambang pasir banyak tidak mengantongi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan izinnya. "Tambang pasir di sana sama sekali tidak memiliki izin," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Koordinator Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Lebak Riyad Fahmi mendesak agar di Kabupaten Lebak tidak ada pertambangan. "Sebab, namanya pasir ada daerah cekungan air tanah. Kalau dirusak, maka daerah itu akan rusak, kering dan krisis air bersih," ucapnya.


Riyad mengatakan, Kumala menolak adanya pertambangan di Kabupaten Lebak. "Jangan ada pertambangan baru lagi. Kami minta jangan berikan izin baru pertambangan di Lebak," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook