4 Daerah Tak Penuh Kirim Peserta

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 16 April 2018 - 10:31:08 WIB   |  dibaca: 127 kali
4 Daerah Tak Penuh Kirim Peserta

KONFERENSI PERS : (Dari kiri ke kanan) Sekretaris LPTQ Banten Sholeh Hidayat, Ketua LPTQ Banten Ranta Soeharta, Ketua Harian LPTQ Banten Syibili Sarjaya dan kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten Irvan Santoso dalam konferensi pers di media center MTQ, Jumat (13/4).

SERANG – 4 Kabupaten/kota dipastikan tak mengirimkan wakilnya secara penuh dalam perhelatan musabaqah tilawatil quran (MTQ) ke-15 tingkat Provinsi Banten yang akan digelar di Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kota Serang pada 16-19 April. Dari total kuota peserta yang disediakan sebanyak 464 orang, hanya 444 yang terisi.


Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten Prof Syibli Syarjaya mengatakan, dengan misi mempertahankan gelar juara umum MTQ nasional, cabang yang dilombakan pada MTQ tingkat provinsi tidak mengalami perubahan seperti tahun sebelumnya.


“MTQ ke-15 akan digelar pada Senin hingga Kamis atau 16 hingga 19 April 2018. Untuk cabang dan golongan tidak ada yang ditambah dan dikurangi. Ada delapan cabang dan 25 golongan,” ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di media center MTQ ke-15 Provinsi Banten, Masjid Raya Albantani, Jumat (13/4).


Mantan rektor UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten itu menuturkan, dari hasil pendaftaran peserta, ada 4 kabupaten/kota yang tidak mengirimkan wakilnya secara penuh. Mereka adalah, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kota Tangerang dan Kota Serang.


“Kalau full itu masing-masing daerah mengirimkan 58 peserta. Kabupaten Lebak kurang dua, Kota Cilegon kurang delapan, Kota Serang kurang lima dan Kota Tangerang kurang satu. Kalau untuk cabang atau golongannya saya lupa. Harusnya 464 peserta tapi sekarang ada 444,” katanya.


Ada 12 venue yang disediakan untuk lokasi perlombaan dengan arena utama bertempat di halaman Masjid Raya Albantani. Sedangkan sembilan venue lainnya tersebar di KP3B. “Satu venue lainnya agak terpisah di Gedung Korpri Provinsi Banten, Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang,” ungkapnya.


Lebih lanjut Syibli mengungkapkan, untuk pagelaran MTQ kali ini pihaknya tidak akan menyelenggarakan pawai taaruf sebagai rangkaian pembukaan ajang tahunan tersebut. Alasannya, LPTQ ingin fokus pada pelaksanaan untuk mempertahankan gelar juara umum MTQ tingkat nasional yang akan digelar di Medan, Sumatera Utara.“Kita fokus kepada pelaksanaan, agar menghasilkan juara-juara yang akan mampu bertanding di tingkat nasional,” ucapnya.


Tahun ini LPTQ juga menaruh perhatian lebih terhadap antisipasi sejumlah potensi kecurangan seerti adanya peserta cabutan. Dia memastikan, bahwa hal tu tak akan terjadi karena saat ini pendaftaran peserta dilakukan melalui aplikasi e-MTQ yang sudah diperbarui.“Kita enggak main-main, karena kita akan repot saat ke tingkat nasional apabila ada peserta dari warga luar Provinsi Banten,” tegasnya.


Ketua LPTQ Provinsi Banten Ranta Soeharta mengatakan, untuk menjaga kemeriahan MTQ, pada pelaksanaannya nanti akan diwarnai dengan pameran hasil dari usaha kecil menengah di Banten dengan tema islami."Nanti akan menampilan diantaranya seni kaligrafi dari pengrajin kita. Sedangkan untuk pembukaan MTQ akan diawali dengan istigasah dan khataman Alquran yang akan dipimpin KH Muhtadi,” tuturnya.


Diungkapkan Ranta yang juga menjabat sebagai Sekda Banten, seharusnya Kota Tangerang yang menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-15 tingkat Provinsi Banten. Namun itu urung dilakukan karena di sana sedang menghadapi tahap pilkada.


“Baru kali ini dipusatkan di KP3B, dan bisa lebih mudah karena di setiap OPD memiliki aula. Seharusnya di Kota Tangerang menjadi tuan rumah, tapi akan dilaksanakan Pilkada 2018. Jadi menjaga suasana tetap kondusif. Kami juga sudh rapat jika pelaksanaan MTQ tingkat provinsi selanjutnya akan dikambalikan ke Kota Tangerang, ketika sudah ada kepala daerah hasil pilkada,” ungkapnya.


Ditempat yang sama, Sekretaris LPTQ Provinsi Banten Sholeh Hidayat menyatakan, kegiatan MTQ merupakan sebuah ikhtiar untuk menghilangkan istilah peserta cabutan, manipulasi usia dan sebagainya.


“Jadi dari waktu ke waktu kita ingin fair play, siapa yang menjadi peserta dari setiap kabupaten atau kota. Kalau kita memulai dengan sebuah kepastian, maka kedepannya kita akan bersaing dengan sehat,” ujar rektor Untirta ini.


Informasi yang dihimpun Banten Raya, adapun delapan cabang dan 12 venue yang akan digunakan dalam MTQ ke-15 terdiri atas, halaman Masjid Raya Albantani untuk cabng tilawah golongan qiraat Alquran dan golongan dewasa cabang syarhil quran.


Aula Kanwil Kemenag Banten untuk cabang tilawah Alquran golongan cacat netra dan murattal. Aula BPKAD Provinsi Banten untuk cabang tilawah Alquran golongan remaja dan anak-anak. Aula Bappeda Provinsi Banten untuk cabang tahfiz Alquran golongan 10 dan 20 juz.


Kemudian, Sekretariat MUI Banten untuk cabang tahfiz golongan 30 juz dan cabang tafsir golongan Bahasa Arab. Aula Blai Budaya Provinsi Banten cabang tafsir golongan Bahasa Indonesia dan Inggris. Gedung Aspirasi Provins Banten untuk cabang fahm Alquran (cerdas cermat Alquran).


Selanjutnya, pelataran Masjid Raya Albantani cabang khat Alquran golongan naskah, hiasan mushaf, dekorasi dan komputer. Aula Inspektorat Provinsi Banten cabang qiratul kutub golongan ula dan wustha. Aula Gedung Korpri Provinsi Banten cabang hifzh alhadist dan cabang qiratul kutub golongan ulya. Terakhir, aula Masjid Raya Albantani untuk cabang musabaqah maqalah Alquran (karya tulis ilmiah Alquran). (dewa)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook