10.373 Benih Lobster Diselundupkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 16 April 2018 - 10:33:38 WIB   |  dibaca: 41 kali
10.373 Benih Lobster Diselundupkan

BELUM BOLEH DIJUAL : Kantong berisi ribuan benih lobster ditunjukkan dalam ekspos di Mapolda Banten, Kecamatan Cuurg, Kota Serang, Jumat (13/4).

SERANG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten bersama Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan (BKIPM) Merak Banten berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 10.373 benih lobster atau benur senilai Rp627 juta dari tangan Wahyudin dan Usin Yusniko warga Wanasalam, Kabupaten Lebak.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, kedua pelaku diamankan ditempat terpisah. Tersangka Wahyudin diamankan di kampung Setra Timur, Desa Muara Kecamatan Wanasalam. Sedangkan Usin diamankan di kampung Tanjung Panto, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.


Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim mengatakan dari tangan Usin pihaknya mengamankan barang bukti berupa 30 bungkus benih lobster jenis pasir yang berisi 200 ekor, satu bungkus berisi 46 ekor dan satu bungkus benih jenis mutiara berusi 61 ekor, satu buah styrofoam, satu tabung oksigen, 38 toples plastik, telepon genggam dan uang Rp7.450.000.


Sementara itu dari tangan Wahyudin, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 21 bungkus benih lobster berisi 200 ekor per satu bungkus, satu bungkus benih lobster jenis pasir berisi 66 ekor, satu tabung oksigen, 29 toples plastik, satu styrofoam dan satu blower.


"Dari pengakuan keduanya, mereka sudah melakukan kegiatan selama enam bulan. Yang diamankan semuanya kisaran 10.373 benih dengan nilai kerugian negara berdasarkan hitungan sebesar Rp627 juta," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Dalam kasus ini pihaknya masih menyelidiki kemana terkait benih lobster tersebut akan didistribusikan. Sementara ini 10.373 benih lobster itu dikumpulkan dari para nelayan di wilayah Pandeglang.


"Yang bersangkutan ini yang melakukan pembelian ke nelayan nelayan masih ada pihak ketiga yang akan menerima distribusi. Benur ini akan dikembalikan ke karantina dan akan dilepas kan ke habitatnya," ujarnya.


 Dalam kasus ini, kedua pelaku dikenakan terancam 8 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar sesuai dengan Pasal 92 UU tentang Perikanan. "Mereka juga tidak memiliki SITU (surat izin tempat usaha) dan SIUP (surat izin usaha perdagangan)," katanya.


Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Merak Banten M Hanafi mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/Permen-KP/2016


tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (panulirus spp.), Kepiting (scylla spp.), dan Rajungan (portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia, benih lobster dilarang untuk dibudidayakan maupun diperjualbelikan jika ukurannya masih dibawah 200 gram. "Sesuai dengan aturan jika lobster di bawah 200 gram, dilarang dibudidayakan atau pun diperjualbelikan," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook